Kasus Investasi Bodong, MA Vonis Pemilik Butik di Aceh 12 Tahun Penjara

Kasus Investasi Bodong, MA Vonis Pemilik Butik di Aceh 12 Tahun Penjara
Ilustrasi borgol. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori
NEWS | 7 Juli 2022 00:34 Reporter : Alfath Asmunda

Merdeka.com - Mahkamah Agung (MA) menerima kasasi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Banda Aceh, dalam kasus investasi bodong Yalsa Boutique. Dalam putusannya, MA menyatakan terdakwa Syafrizal Bin Razali, owner Yalsa Boutique, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan dan pencucian uang yang dilakukan secara bersama-sama dan berlanjut.

"MA mengabulkan permohonan kasasi dari pemohon kasasi Penuntut Umum Kejari Banda Aceh, dan membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Banda Aceh tanggal 22 Desember 2021," kata Kasi Penkum Kejati Aceh Ali Rasab Lubis, Rabu (6/7).

Dia menyebut, dalam putusannya MA menjatuhkan pidana kepada terdakwa Syafrizal Bin Razali penjara selama 12 tahun dan pidana denda sebesar Rp5 miliar.

"Dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 enam bulan," ujarnya.

Sebelumnya, tutur Ali, pada 23 Desember 2021 lalu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh memutuskan terdakwa Syafrizal lepas dari segala tuntutan hukum.

Namun JPU mengambil langkah upaya hukum dengan mengajukan kasasi ke MA, hingga akhirnya MA membatalkan putusan PN Banda Aceh tersebut. (mdk/cob)

Baca juga:
Barang Bukti Doni Salmanan Dilelang atau Tidak, Polisi: Tergantung Keputusan Hakim
Doni Salmanan dan Berkasnya sudah Dikirim ke Kejari Baleendah, Segera Jalani Sidang
Presiden ACT Blak-Blakan soal Gaji Rp250 Juta Tiap Bulan
Total Aset Mewah Doni Salmanan Disita Bareskrim Rp64 Miliar
Besok, Bareskrim Serahkan Doni Salmanan dan 114 Barang Mewah ke Kejari Bandung
Doni Salmanan Segera Diadili, Kejari Bale Bandung Tunjuk Enam Jaksa Jadi JPU

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini