Kasus Investasi Bodong Rp164 Miliar, Pemilik Yalsa Boutique Dituntut 15 Tahun Penjara

Kasus Investasi Bodong Rp164 Miliar, Pemilik Yalsa Boutique Dituntut 15 Tahun Penjara
ilustrasi pengadilan. ©2014 Merdeka.com
NEWS | 8 Desember 2021 20:12 Reporter : Alfath Asmunda

Merdeka.com - Kasus investasi bodong Rp164 miliar yang menyeret pemilik Yalsa Boutique di Aceh, dituntut 15 tahun penjara. Sidang tuntutan itu digelar di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Rabu (8/120).

Sidang tersebut dipimpin majelis hakim yang diketuai Muhammad Jamil (JPU), dan Elviyanti Putri serta Junaidi sebagai hakim anggota.

"Keduanya masing-masing dituntut pidana penjara selama 15 tahun dikurangi masa penahanan dan denda sebesar Rp8 miliar subsider enam bulan kurungan," kata Kasi Penkum Kejati Aceh Munawal Hadi.

Pasangan suami-istri, Syafrizal dan Siti Hilmi Amirulloh pemilik Yalsa Boutique itu, dinilai JPU melanggar Pasal 378 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP dan kedua Pasal 3 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Munawal menyebut, sejumlah hal yang memberatkan kedua terdakwa antara lain; kerugian masyarakat Rp164 miliar, dan perbuatan mereka dianggap mengancam stabilitas sistem perekonomian dan keuangan.

Terdakwa pun, tutur Munawal, tidak mengakui perbuatannya dan telah menikmati hasil kejahatannya tersebut.

“Sementara untuk hal yang meringankan, kedua terdakwa belum pernah terjerat hukum sebelumnya,” ujarnya.

Dia mengatakan, sidang lanjutan kasus investasi bodong ini akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembelaan terdakwa. (mdk/gil)

Baca juga:
Hati-Hati Penawaran Investasi Kripto, SWI Hentikan Perdagangan Vidy Coin dan Vidyx
Merasa Ditipu, Korban Investasi Bodong Sosis dan Yogurt Melapor ke Polda Riau
Polisi Tangkap Pelaku Investasi Bodong Rugikan Korban hingga Rp1 Miliar Lebih
Mahasiswi di Kaltim Tersangka Investasi Bodong Beromzet Rp63 Miliar
Kasus Investasi Ternak Lele di Sumsel, 2 Petinggi PT DHD Jadi Tersangka
Daftar Penyebab Masyarakat Banyak Terjerat Pinjaman dan Investasi Ilegal

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami