Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa Satu Tersangka Korporasi

Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa Satu Tersangka Korporasi
Gedung Kejaksaan Agung. Merdeka.com/Imam Buhori
PERISTIWA | 26 November 2020 20:16 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung kembali mendalami kasus Tindak Pidana Korupsi dalam Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (persero). Giliran satu tersangka yang merupakan korporasi diperiksa.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono, mengatakan tersangka korporasi yang dimintai keterangan yaitu PT Propera Asset Management yang diwakili oleh Yoseph Chandra selaku direktur utama.

"Pemeriksaan terhadap tersangka korporasi yang diwakili oleh pengurus dalam hal ini Direktur Utama dilakukan untuk mengungkap sejauh mana peran Direktur Utama sebagai manifestasi korporasi dalam menjalankan perusahaannya dan kaitannya dengan jual beli saham dari pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) yang terjadi di Bursa Efek Indonesia," kata Hari dalam keterangannya, Kamis (26/11).

Hari memastikan pemeriksaan dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19. Hal ini mengingat Indonesia masih dilanda virus corona.

"Memperhatikan jarak aman antara saksi dengan Penyidik yang sudah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap serta bagi para saksi wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan," ujarnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tersangka baru dalam kasus korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Tersangka baru itu adalah seorang pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan 13 korporasi.

Pejabat OJK yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Jiwasraya itu adalah Fakhri Hilmi (FH) selaku Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A periode Februari 2014-Februari 2017. Saat ini, dia menjabat sebagai Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal II OJK sejak Februari 2017.

Sedangkan 13 korporasi yang dijerat adalah PT Dhanawibawa Manajemen Investasi atau PT Pan Arcadia Capital (DMI/PAC), PT OSO Manajemen Investasi (OMI), PT Pinnacle Persada Investama (PPI), PT Millenium Danatama Indonesia/PT Millenium Capital Management (MDI/MCM), PT Prospera Asset Management (PAM).

Kemudian PT MNC Asset Management (MNCAM), PT Maybank Asset Management (MAM), PT GAP Capital (GAPC), PT Jasa Capital Asset Management (JCAM), PT Pool Advista Asset Management (PAAA), PT Corfina Capital (CC), PT Treasure Fund Investama Indonesia (TFII), dan PT Sinarmas Asset Management (SAM).

"Ketiga belas korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka adalah perusahaan managemen investasi yang diduga terlibat dalam proses jual beli saham PT Asuransi Jiwasraya (Persero)," ujar Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono dalam siaran tertulisnya, Kamis (25/6/2020).

Penyidik menjerat korporasi yang menjadi tersangka itu dengan pasal primair Pasal 2 Ayat (1) Undang-undang Nomor: 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor: 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana, Subsidiair: Pasal 3 Undang-undang Nomor: 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor: 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Selain itu, kejaksaan juga menjerat tersangka korporasi dengan pidana pencucian uang seperti tercantum dalam; pertama: Pasal 3 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana Jo Pasal 65 ayat (1) KUH Pidana. Atau Kedua: Pasal 4 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. (mdk/lia)

Baca juga:
Kejagung Periksa OJK, Usut Jual Beli Jiwasraya di Lantai Bursa
Kasus Korupsi Jiwasraya, Direktur Pengelolaan Investasi OJK Diperiksa Kejagung
Kasus Jiwasraya, Kejagung Kembali Periksa Tiga Saksi
Deretan Transformasi Dilakukan Jiwasraya dalam Program Penyelamatan Polis
Kasus Jiwasraya, Ombudsman Minta Kejaksaan Pisahkan sub-Rekening Efek Nasabah
4 Saksi Diperiksa Kejagung Terkait Korupsi Jiwasraya

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami