Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Tim Pengendali Saham Benny Tjokro

Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Tim Pengendali Saham Benny Tjokro
Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak. ©ANTARA/HO-Humas Kejagung
NEWS | 27 Juli 2021 23:51 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Tim Jampidsus kembali mendalami dugaan tindak pidana korupsi pada PT Asabri dengan melakukan pemeriksaan terhadap anggota tim pengendali saham milik tersangka Benny Tjokrosaputro, pada kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asabri.

"Kejaksaan Agung memeriksa dua orang saksi yang terkait dengan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada PT. Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia," kata Kapuspenkum Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam keterangannya, Selasa (27/7).

Kedua saksi tersebut adalah MH selaku tim saham Benny Tjokro dan kedua CM selaku Sekretaris RIMO. Mereka berdua diperiksa terkait pendalaman keterlibatan pihak lain.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT. Asabri," tuturnya.

Sejauh ini Jampidsus Kejagung telah menetapkan 9 tersangka dalam penyidikan kasus dugaan korupsi PT Asabri. Sembilan tersangka tersebut adalah Dirut PT Asabri periode tahun 2011 - Maret 2016 (Purn) Mayjen Adam Rachmat Damiri dan Dirut PT Asabri periode Maret 2016 - Juli 2020 (Purn) Letjen Sonny Widjaja.

Kemudian Direktur Keuangan PT Asabri periode Oktober 2008-Juni 2014 Bachtiar Effendi, Direktur PT Asabri periode 2013 - 2014 dan 2015 - 2019 Hari Setiono, Kepala Divisi Investasi PT Asabri Juli 2012 - Januari 2017 Ilham W. Siregar, Dirut PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo.

Lalu Dirut PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat. Benny maupun Heru merupakan tersangka dalam kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya. Kasus ini pun telah resmi diumumkan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) merugikan merugikan keuangan negara mencapai Rp 22,73 triliun. Kerugian negara di kasus ini jauh lebih besar dari kasus Jiwasraya.

Sementara, Jaksa Agung ST Burhanuddin menyatakan sampai saat ini pihaknya telah berhasil menyita aset-aset dari tangan para tersangka sebesar Rp13 triliun.

"Sampai saat ini sekitar Rp13 triliun (aset disita), dan pasti akan kami buru. Walaupun tahapannya sudah sampai penuntutan," terang Burhanuddin saat jumpa pers di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (31/5).

Walau baru berhasil menyita Rp13 triliun, Burhanuddin menegaskan pihaknya akan terus memburu aset para tersangka kasus korupsi Asabri. Sehingga pelacakan masih bakal dilanjutkan.

"Tapi ada kewajiban kami untuk melakukan asset tracing, karena ada kewajiban kami untuk memenuhi kerugian yang terjadi. Bahkan setelah putusan kami masih ada kewenangan dan kewajiban untuk mengembalikan ini," terangnya. (mdk/bal)

Baca juga:
Menang Gugatan, Kejagung Sah Sita Dua Hotel Milik Tersangka Asabri
Lima Kapal Sitaan Kasus Korupsi Asabri Berhasil Dilelang
Kejagung Lelang 5 Unit Kapal Tersangka Asabri, Terjual Rp27 Miliar
Kejagung Periksa Lurah Kebayoran Lama Utara Terkait PT Asabri
Dalami Dugaan Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 3 Saksi
2 Dirut Perusahaan Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Korupsi Asabri

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami