Kasus Korupsi Impor, Kejagung Periksa Bos Tekstil dan Pejabat Bea Cukai

Kasus Korupsi Impor, Kejagung Periksa Bos Tekstil dan Pejabat Bea Cukai
PERISTIWA | 3 Juli 2020 19:33 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah menangani sindikat penyelundupan kain tekstil yang melibatkan para pejabat Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Batam dan sejumlah pengusaha impor.

Direktur Penyidikan (Dirdik) Jaksa Muda Pidana Khusus Febrie Adriansyah mengatakan, penyidik masih mendalami jaringan peranan pihak swasta dengan memeriksa Direktur PT Ciptagria Mutiarabusana, Robert.

Pemeriksaan ini terkait Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Dalam Importasi Tekstil pada Direktorat Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Tahun 2018-2020.

"Kami periksa pihak swasta untuk mendalami keterlibatan para pihak terkait dalam kasus impor tekstil," kata Febrie, Jumat (3/7).

1 dari 2 halaman

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Hari Setiyono menambahkan, Robert diperiksa sebagai saksi terkait perkara ini.

Terbaru, menurut Hari, penyidik juga memeriksa kembali Direktur PT Berkas Anugerah Shabilla Batam Dewi Sulastri dan dua orang pejabat kawasan kepabeanan.

Dua orang saksi itu yakni pimpinan Kerja Sama Operasional (KSO) Sucofindo-Surveyor Indonesia Erwin Ernano Hoesni dan Saiful Amri Sinaga sebagai Pelaksana Pemeriksa Bidang Penindakan dan Penyidikan KPU Bea Cukai Batam

Selain itu, Kejagung juga telah meminta keterangan enam pejabat bea cukai, yakni Kepala Kantor KPU Bea Cukai Batam yaitu Susila Brata, Kabid PFPC 1 KPU Bea Cukai Batam Yosef Hendriyansyah, Kabid 2 KPU Bea dan Cukai Batam Mohammad Munif.

Saksi lainnya yaitu Kepala Seksi Intelijen II KPU Bea Cukai Batam Anugrah Arif Setiawan, Ramadhan Utama dan Randuk Marito Siregar selaku Pemeriksa Barang pada KPU Bea Cukai Batam.

"Seluruh saksi tersebut diperiksa penyidik untuk mengumpulkan bukti yang tata laksana proses importasi barang dari luar negeri khususnya tekstil yang mempunyai pengecuali tertentu dengan barang importasi lainnya," kata Hari.

2 dari 2 halaman

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan lima orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dalam importasi tekstil pada Dirjen Bea Dan Cukai Tahun 2018-2020. Kelima orang tersebut atas nama inisial MM, DA, HAW, KS dan IR.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono mengatakan, sebelum menetapkan lima orang tersangka. Pihaknya lebih dulu memeriksa tiga orang yakni KS, DA dan HAW.

"Setelah selesai pemeriksaan ketiga saksi, berdasarkan alat bukti yang sudah berhasil dikumpulkan oleh Tim Jaksa Penyidik, ketiga saksi tersebut ditetapkan sebagai Tersangka bersama 2 orang lainnya dalam perkara dugaan Tipikor Dalam Importasi Tekstil pada Dirjen Bea dan Cukai Tahun 2018-2020," kata Hari dalam keterangannya, Rabu (24/6).

Ia menjelaskan, ketiga orang itu merupakan pegawai KPU Bea Cukai Batam yang bertanggung jawab dalam bidang pelayanan pabean dan cukai di KPU Bea Cukai Batam dan yang sering melayani dan berhubungan dengan pengurus PT. FIB (Flemings Indo Batam) dan pengurus PT. PGP (Peter Garmindo Prima) sebagai importer tekstil dari Singapura ke Batam.

"Pemeriksaan saksi tersebut dilakukan guna mencari serta mengumpulkan bukti tentang tata laksana proses importasi barang (komoditas dagang) dari luar negeri khususnya untuk tekstil dari india yang mempunyai pengecualian tertentu dengan barang importasi lainnya baik secara aturan atau prosedur maupun kenyataannya yang terjadi atau dilaksanakan oleh ketiga saksi tersebut," jelasnya. (mdk/rnd)

Baca juga:
Mahfud MD: Korupsi Tidak Bisa Disebut Budaya, Harus Dipandang Sebagai Kejahatan
Menteri Erick: Saya Temukan 53 Kasus Korupsi di BUMN
Saksi Beberkan Dugaan Bagi-Bagi 'Uang Ketok Palu' di Kasus Bupati Nonaktif Bengkalis
Terkait Kasus di PT DI, KPK Periksa Direktur Utama PT Abadi Sentosa Perkasa
KPK Periksa Dirut Hutama Karya Aspal Beton Terkait Suap Proyek Jalan Bengkalis
KPK Perpanjang Penahanan Eks Dirut PT Dirgantara Indonesia

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami