Kasus Kredit Fiktif, Polisi Tahan Mantan Kepala Cabang Bank NTT

Kasus Kredit Fiktif, Polisi Tahan Mantan Kepala Cabang Bank NTT
PERISTIWA | 5 Agustus 2020 01:05 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Sat Reskrim Polres Kupang menahan Jhon Nedy Charles Sine alias John Sine, mantan Kepala Cabang Bank Nusa Tenggara Timur Oelamasi Kupang, terkait kasus perbankan.

John Sine langsung ditahan usai diantar oleh penasehat hukumnya, Samuel Haning dan Melkianus Dillak, Senin (3/8) siang kemarin.

John Sine ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Kupang sejak beberapa waktu lalu karena mangkir dari panggilan penyidik. John Sine juga sudah menjadi tersangka kasus korupsi kredit fiktif pada bank Nusa Tenggara Timur Cabang Oelamasi Kupang.

Tersangka John Sine langsung diperiksa penyidik Tipikor Sat Reskrim Polres Kupang hingga malam hari. Selama diperiksa, tersangka didampingi dua penasehat hukumnya.

Usai diperiksa penyidik, John Sine langsung digiring ke sel Polres Kupang untuk penahanan 20 hari ke depan.

"Kita periksa sebagai tersangka dan langsung tahan terhitung Selasa hari ini. Kita juga cabut status DPO," kata Kasat Reskrim Polres Kupang, AKP Nofi Posu, Selasa (4/8).

Sebagai tersangka, John Sine dijerat dengan pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) undang-undang nomor 10 tahun 1998 Jo pasal 55 ayat 1 ke 1.

"Tersangka terancam hukuman sekurang-kurangnya 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara," tandas mantan Kasat Resnarkoba Polres Kupang Kota ini.

Polisi sudah melayangkan surat panggilan dua kali sejak John Sine ditetapkan sebagai tersangka awal Juni 2020 lalu terkait tindak pindana perbankan. Namun tersangka tidak hadir, polisi juga melayangkan surat perintah membawa namun tersangka mengabaikan.

Baca Selanjutnya: Surat panggilan pertama tersangka John...

Halaman

(mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami