Kasus mobil listrik, MA tolak kasasi dan memperberat hukuman Dasep

Kasus mobil listrik, MA tolak kasasi dan memperberat hukuman Dasep
PERISTIWA | 8 November 2016 00:03 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Kasasi yang diajukan terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan mobil listrik, Dasep Ahmadi ditolak Mahkamah Agung. Selain itu, Majelis Hakim Agung yang terdiri dari Artidjo Alkostar, Krisna Harahap dan MS Lumme memperberat hukuman Dasep dari tujuh tahun penjara menjadi sembilan tahun penjara, serta denda Rp 200 juta subsidair 6 bulan kurungan.

"Pembuatan mobil listrik itu tidak melalui tender, sesuai ketentuan Kepres 54 Tahun 2010 tetapi dengan penunjukan langsung atas keputusan Dahlan Iskan selaku Menteri BUMN," kata Krisna Harahap di Jakarta, Senin (7/11). Mengutip Antara.

Selain itu, Dasep juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 17.118.818.181. Manakala pengembalian kerugian keuangan negara itu tidak lunas, Dasep dipenjara selama 3 tahun.

Putusan MA juga membatalkan putusan pengadilan tingkat banding kasus Dasep itu, yang menyatakan Dahlan Iskan tidak terlibat dalam perkara pembuatan mobil listrik.

Proyek pembuatan mobil listrik itu sendiri dimaksudkan untuk dipamerkan dalam KTT APEC, dengan maksud menunjukkan bahwa Indonesia telah mampu membuat mobil listrik, kendaraan ramah lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, Dahlan Iskan menunjuk Dasep Ahmadi, Direktur PT Sarimas Ahmadi Pratama yang ternyata dalam pembuatan prototype menggunakan chasis dan transmisi mobil Hino serta mesin Toyota yang dimodifikasi tanpa rekomendasi ATPM.

"Karena hanya disulap, proyek mobil listrik tersebut gagal dan menimbulkan kerugian keuangan negara hingga Rp 17.118.818.181," katanya. (mdk/cob)

Baca juga:

Kasus mobil listrik, Dasep divonis 7 tahun bui & denda Rp 200 juta

Usut korupsi mobil listrik, Kejagung yakin Dahlan berperan penting

Bekraf nilai kasus Dasep Ahmadi beri sentimen buruk industri kreatif

Kejagung kembali periksa Dahlan dalam kasus mobil listrik

Dahlan Iskan: Saya ini siapa, kok berharap kepada negara

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami