Kasus pemukulan polisi di Bengkel Kafe, Moeldoko ngaku TNI salah

PERISTIWA | 18 Februari 2015 12:29 Reporter : Mohammad Yudha Prasetya

Merdeka.com - Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, kasus pemukulan anggota polisi oleh TNI AL yang terjadi di Bengkel Kafe beberapa waktu lalu, menjadi perhatian serius bagi pihaknya.

Moeldoko mengatakan, saat ini pihak TNI juga sedang melakukan pengusutan guna menyelesaikan konflik yang terjadi antara TNI dan Polri akibat kejadian tersebut.

"Sedang diusut oleh POM kita. Untuk mendudukan persoalan, itu kan sebenarnya terjadi dari teman-teman kepolisian yang salah, dan kita juga salah. Kita juga mengaku salah. Tapi tingkat kesalahannya itu seperti apa, nanti kita lihat," kata Moeldoko di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (18/2).

Moeldoko mengatakan, TNI sudah mempertimbangkan beberapa kebijakan yang akan meningkatkan disiplin para prajurit agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Kalau perlu ada hal-hal yang digunakan sebagai terapi untuk membenahi disiplin, itu dilakukan," imbuh Moeldoko.

Moeldoko mengakui, saat kejadian itu pihaknya memang sedang melakukan operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib), yang merupakan perintah komando dengan arahan langsung darinya.

Bahkan Moeldoko menegaskan, sebenarnya TNI dan Polri itu seharusnya memang bersatu dalam melakukan operasi Gaktib tersebut.

"Oh iya, kita lagi operasi. Panglima kan telah membuka pada bulan Desember, operasi Gaktib yang dijalankan secara terpadu oleh seluruh angkatan dan kepolisian. Dalam operasi itu tidak boleh tidak bersatu, harus terpadu. Makanya selalu melibatkan kepolisian," tuturnya. (mdk/bal)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.