Kasus Pencabulan, Seorang Pemimpin Panti Asuhan di Buleleng Dilaporkan ke Polisi

PERISTIWA | 18 Juni 2019 01:34 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Seorang pemimpin sebuah yayasan panti asuhan di Kabupaten Buleleng, Bali, berinisial K dilaporkan anak asuhnya NA (17) ke polisi dalam kasus dugaan pencabulan.

Dari penjelasan Gede Anggastia yang merupakan pendamping korban, dugaan pencabulan terungkap pada April 2019. Saat itu, korban melaporkan pada penyumbang dana panti. Meski tidak menyebut tahun pasti, korban mengaku dicabuli sejak lama. Korban tinggal di panti asuhan sejak berusia 11 tahun.

"Saya mengira kejadiannya pasti sudah lama. Tapi baru ketahuan sekitar tiga bulan lalu. Dia (korban) ini mengadu kepada pelindung yayasan," ujarnya, Senin (17/6).

Dari keterangan NA mengatakan, pencabulan selalu dilakukan malam hari. Kemudian, ia diancam akan diusir jika mengadukannya ke pihak lain. Dia kemudian berani melapor baru-baru ini.

"Dia kan takut diusir enggak berani ngomong," katanya.

Tak hanya itu, Anggastia juga menduga korban lebih dari satu. Modusnya, yakni mengelus-elus korban kemudian diajak berhubungan layaknya suami istri. Kini para anak asuh yang diduga menjadi korban sudah dipindahkan ke rumah aman untuk pemulihan psikis.

"NA masih trauma dan sekarang sudah dirumah aman," jelasnya.

Sementara, Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarja membenarkan laporan kasus tersebut. Saat ini polisi mengumpulkan keterangan sejumlah korban. Proses selanjutnya masih tahap penyelidikan.

"Sudah diterima Polres (Laporannya). Kasus ini dilaporkan seminggu lalu, tapi masih dalam penyelidikan benarkah ada peristiwa ini ada. Kita baru panggil yang diduga jadi korban dan beberapa anak yang tinggal di yayasan. Jumat akan kami rilis lebih lanjut," ujarnya.

Baca juga:
Seorang Sekuriti di Samarinda Cabuli 2 Bocah SD
Diduga Cabuli Murid di Lab Sekolah, Tiga Guru SMP di Serang Dipolisikan
Buron Dua Bulan, Pelaku Pencabulan Adik Ipar di Kebun Sawit Dibekuk
Berdalih Ritual Agar Dapat Jodoh Kaya, Pria di Musi Rawas Cabuli Dua Putrinya
Pamit Belajar Kelompok Tapi Malah Pesta Miras, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan
5 Anak Korban Perilaku Seksual Menyimpang di Garut Ditangani LPKS

(mdk/cob)