Kasus Penerima Vaksin Meninggal Dunia, Keluarga Izinkan Jenazah Trio Diautopsi

Kasus Penerima Vaksin Meninggal Dunia, Keluarga Izinkan Jenazah Trio Diautopsi
Rumah orangtua Trio. ©2021 Merdeka.com/ahda bayhaqi
NEWS | 20 Mei 2021 13:05 Reporter : Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Keluarga akhirnya memberikan izin kepada pemerintah untuk mengautopsi jenazah Trio Fauqi Virdaus, pemuda 22 tahun yang meninggal dunia sehari setelah menerima suntikan vaksin AstraZeneca. Kakak kandungnya, Sabbihis Fathun Vickih, mengaku keputusan ini sudah dipikirkan matang-matang bersama ibunya.

"Iya, kami bersedia untuk dilakukan autopsi," katanya kepada merdeka.com, Kamis (20/5).

Selain itu, keputusan ini juga dia tetapkan setelah berunding dengan beberapa perwakilan pemerintah. Pada Senin (17/5), kata Vickih, pihak Kemenkes dan Komnas KIPI sudah mengunjungi rumah mereka untuk membahas rencana autopsi ini.

Dia juga menyatakan tidak berniat untuk membawa kasus ini ke kepolisian. Karena adiknya meninggal dunia usai vaksin, sesuai prosedur, yang menangani pun seharusnya pihak Kemenkes atau Komnas KIPI.

"Dinkes, Kemenkes, Komnas KIPI, dan Komda DKI sudah datang ke rumah untuk bersilaturahmi. Selain itu memang ada pembahasan autopsi," kata Vickih.

"Kami tidak ada niat sedikit pun untuk bawa kasus ini ke polisi," lanjutnya.

Sebagai kakak, Vickih pun berharap jenazah adiknya itu diautopsi dengan baik. Dia juga meminta pemerintah bersikap terbuka atas hasil autopsi adiknya nanti. Apa pun hasilnya, harus disampaikan dengan jujur, tidak ada yang ditutupi.

"Iya semoga transparan. Harus ada penjelasan yang jelas terkait hasil autopsinya," ucap Vickih.

"Kalaupun dianggap bukan karena vaksin, kami akan minta penjelasan sejelas-jelasnya mengapa bisa terjadi kematian setelah disuntik vaksin," sambungnya.

Sementara itu, jika hasil autopsi ternyata membuktikan bahwa ada keterkaitan antara vaksin AstraZeneca yang diterima adiknya dengan kematiannya, maka Vickih mendorong agar pemerintah untuk mengevaluasi pelaksanaan vaksinasi. Dia berharap tidak ada lagi korban jiwa yang berjatuhan akibat program vaksinasi ini.

"Jika ternyata adik saya meninggal karena vaksin, ya pemerintah harus mengakuinya. Pemerintah juga harus menganalisis sistem pelaksanaan vaksinasi," ujarnya.

Terpisah, Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Hindra Irawan Satari mengatakan, autopsi jenazah Trio akan diserahkan ke pihak Kemenkes. Alasannya, penyebab meninggalnya Trio diduga karena alasan medis/KIPI.

"Iya karena ini autopsi medis, maka akan diserahkan ke Kementerian Kesehatan," katanya. (mdk/yan)

Baca juga:
KIPI Sayangkan Trio Tak Cepat Dibawa ke RS saat Mengeluh Sakit Usai Vaksin
Komisi IX Mempertanyakan Pengujian Vaksin AstraZeneca Setelah Kasus Trio Meninggal
Kemenkes Setop Penggunaan 448.480 Dosis Vaksin AstraZeneca
Keluarga Belum Putuskan Soal Autopsi Jenazah Trio Fauqi
Investigasi Kasus Trio, Komnas KIPI & BPOM Uji Sterilitas dan Toksisitas AstraZeneca
Pemerintah Didesak Investigasi Meninggalnya Trio Setelah Divaksinasi AstraZeneca

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami