Kasus Pengancaman dengan Senjata, Polisi Amankan Pengusaha MTC di Makassar

PERISTIWA » MAKASSAR | 28 Mei 2019 00:00 Reporter : Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Pengusaha di Makassar berinisial Hasan Basri atau akrab disapa Bang Hasan (73) diringkus di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (26/5) malam. Dia ditangkap dan dibawa ke Mapolres Pelabuhan terkait kasus dugaan pengancaman kepada pria bernama Henri (38) dengan menggunakan senjata api.

Saat ini, yang bersangkutan masih di Mapolres Pelabuhan menjalani pemeriksaan intensif bersama lima orang saksi lainnya, salah satunya adalah pelapor.

"Betul kami telah lakukan penangkapan terhadap lelaki HB di bandara kemarin malam. Pistol yang juga bersamanya disita. Dia diamankan sekaitan laporan dari lelaki Hendrik yang melaporkan soal pengancaman dengan pistol oleh lelaki HB. Yang bersangkutan cukup kooperatif baik saat penangkapan maupun saat pemeriksaan namun tidak bisa dipaksakan karena usianya sudah lanjut, kondisi kadang drop, kadang normal. Jadi malam ini akan dilakukan pemeriksaan lanjutan," kata Kapolres Pelabuhan, AKBP Aris Bachtiar yang ditemui malam ini, Senin (27/5).

Ditanya soal motif pengancaman oleh pelaku terhadap lelaki Henri, Aris enggan membeberkan. Kata dia, motifnya masih pendalaman, termasuk keberadaannya di bandara itu apakah bermaksud melarikan atau bukan. Dan juga jenis senjata api masih didalami, demikian juga dengan surat-surat kepemilikan senpi masih akan ditelusuri.

Lelaki Hasan Basri atau HB itu adalah pengusaha keturunan yang terbilang sukses di Makassar di bidang perhotelan dan pusat perbelanjaan. Salah satunya adalah pusat perbelanjaan Makassar Trade Center atau MTC. Kejadian pengancaman itu sendiri terjadi di MTC.

Sementara itu, dari pihak Henri diwakili pengacaranya Andi Ifal Anwar saat dikonfirmasi juga malam ini membenarkan laporan kliennya ke Polres Pelabuhan kasus pengancaman dengan pistol oleh bos pusat perbelanjaan MTC di jl Ahmad Yani itu.

Pengancaman itu terjadi Minggu, (26/5) petang pukul 16.30 wita di dan dilaporkan ke pihak kepolisian usai maghrib kemarin. Dilatar belakangi permasalahan di internal MTC. Henri adalah salah satu pedagang yang berjualan di MTC dengan tarif sewanya Rp 21 juta perbulan dan Hasan Basri adalah owner MTC.

"Ada konflik antar pedagang. Henri lah yang dipercaya oleh rekan-rekannya untuk menyampaikan aspirasi ke pihak managemen tapi saat bertemu dengan Hasan Basri, owner MTC itu, belum sempat dialog, malah ditodongkan pistol dan mengatakan, kau memang selalu bikin onar di sini," kata Andi Ifal Anwar, pengacara Henri.

Baca juga:
Polsek Kartasura Sita 33 Butir Peluru Senjata Laras Panjang Temuan Warga
Pencuri Bersenjata Api Rakitan Tewas Ditembak di Bekasi
Kejari Jakarta Timur Musnahkan Senjata Api dan Narkoba
Tak Hanya TNI, Ini Penyebab Senjata Buatan Indonesia Dibeli Banyak Negara
Zulkifli Dapat Warisan Torpedo Peninggalan Perang Dunia dari Orang Tua
Penarikan Senjata Api di Selandia Baru Diprediksi Habiskan Biaya Rp 2,8 Triliun

(mdk/ded)

TOPIK TERKAIT