Kasus Penganiayaan Siswa, Polisi Periksa Kepala SMPN 38 Pekanbaru

PERISTIWA | 13 November 2019 03:31 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Polresta Pekanbaru masih mendalami kasus penganiayaan terhadap seorang pelajar kelas VIII SMP Negeri 38 Pekanbaru inisial M. pelakunya adalah teman-teman korban yang membuatnya babak belur.

"Kita memeriksa Kepala SMPN 38 Pekanbaru, terkait kasus penganiayaan terhadap siswa di sekolah itu," kata Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Awaluddin Syam, Selasa (12/11).

1 dari 2 halaman

Polisi Sudah Periksa 6 Saksi

Kasus itu dilaporkan ke Polresta Pekanbaru pada 7 November 2019 lalu. Selain kepala sekolah, polisi juga telah memeriksa 6 orang lainnya yang berkaitan dengan perkara tersebut. Terduga pelaku adalah teman-teman korban.

Tiga orang yang diperiksa termasuk di antaranya adalah para siswa SMP tersebut. Mereka diduga ikut melakukan penganiayaan yang mengakibatkan korban masuk rumah sakit Awal Bros.

"Selain terlapor, korban dan ibu korban juga sudah kita periksa sebagai saksi dalam perkara ini," ucap Awal.

2 dari 2 halaman

Korban Dianiaya 3 Teman

Kasus penganiayaan yang dialami M, siswa kelas VIII SMP Negeri 38 Pekanbaru, terjadi pada 5 November 2019. Penganiayaan dilakukan tiga orang teman korban.

Akibatnya, korban mengalami patah tulang hidung dan harus dirawat intensif di rumah sakit. Selain lima saksi, penyidik Satreskrim Polresta Pekanbaru memanggil sejumlah saksi lain.

Hasil pemeriksaan sementara, terungkap bahwa penganiayaan dialami korban secara brutal. Peristiwa terjadi saat jam belajar dan ada guru di dalam kelas. Parahnya meskipun ada guru, kejadiannya tetap berlangsung. (mdk/ray)

Baca juga:
Pengemudi Taksi Online Kritis Usai Ditusuk 27 Kali oleh Penumpangnya
Gara-gara Anak Punya Utang, IRT Di Muratara Dibacok Sekelompok Orang
Kronologi Siswa SMP di Pekanbaru Dianiaya Teman Hingga Masuk Rumah Sakit
Tagih Uang Proyek, Kontraktor Ditembak Diduga Anak Bupati Majalengka
Seorang Ibu Hamil di Garut Dibacok Suami Sampai Kritis

TOPIK TERKAIT