Kasus Penipuan Investasi Ternak Lele di Sumsel, Para Korban Datangi Posko Pengaduan

Kasus Penipuan Investasi Ternak Lele di Sumsel, Para Korban Datangi Posko Pengaduan
Ditresrimum Polda Sumsel. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 14 Oktober 2021 14:59 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Sumsel) mendalami kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana investasi ternak lele Darsa Harka Darussalam (DHD) Farm. Korban penipuan dan penggelapan yang diduga dilakukan pengurus mitra koperasi DHD Farm terus mendatangi posko pengaduan, yang dibuka Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan.

Berdasarkan data di posko pengaduan investasi ternak lele DHD Farm Ditresrimum Polda Sumsel, Palembang, Kamis (14/10), tercatat 115 masyarakat dari Kota Palembang dan daerah Sumatera Selatan lainnya bahkan dari Jambi dan Bengkulu.

Kasubdit IV PPA Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Masnoni mengatakan, masyarakat yang melapor sebagai korban penipuan investasi ternak lele itu sepekan terakhir terus bertambah.

"Masyarakat yang menjadi korban DHD Farm silakan melapor ke posko pengaduan yang ada di Polda Sumsel," kata Masnoni kepada wartawan. Dikutip dari Antara.

Untuk mengusut kasus tersebut secara tuntas, pihaknya telah membentuk tim khusus.

Kasus dugaan penipuan yang diperkirakan menimbulkan ribuan korban dengan kerugian ratusan miliar rupiah itu, mendapatkan atensi khusus pimpinan untuk diselesaikan dengan baik.

Perkembangan pengusutan kasus tersebut, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pengelola perusahaan ternak lele itu dan menetapkan seorang tersangka IW selaku Direktur Keuangan DHD Farm yang kini sudah ditahan.

Sementara korban penipuan dan penggelapan dana investasi DHD Farm meminta aparat kepolisian setempat mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

"Kami mengharapkan pihak Polda Sumsel mengusut tuntas kasus penipuan investasi DHD Farm yang menimbulkan banyak korban dan kerugian mencapai ratusan miliar rupiah," ujar Ibrahim salah satu korban ketika melaporkan kasus tersebut.

Dia menjelaskan, mengalami kerugian Rp30 juta untuk investasi tiga kolam ternak lele organik yang dana investasinya oleh pihak DHD Farm Indonesia, Palembang ditetapkan sebesar Rp10 juta per kolam, dengan bagi hasil 10 persen setiap 40 hari setelah kontrak investasi ditandatangani.

Perjalanan dana investasi awalnya lancar dan telah mendapat Rp9 juta dana bagi hasil keuntungan ternak lele. Namun memasuki bulan keempat mulai mengalami kemacetan, dan akhirnya pada September 2021 mencuat kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana investasi seperti yang ditangani Polda Sumsel sekarang ini. (mdk/cob)

Baca juga:
Wanita Kendal Ini Gelapkan 11 Mobil Mewah, Begini Faktanya
Diperiksa 8 Jam, Aakar Abyasa Dicecar 40 Pertanyaan soal Izin Usaha PT Jouska
Petani & Kuli Bangunan Kolaborasi, Kuras Duit 14 Nasabah BTPN hingga Rp12 M
Pakai Data Orang Lain, 2 Pelaku Bobol Aplikasi Home Credit Hingga Rp1,5 Miliar
Jaksa Gadungan di Bali Lakukan Penipuan dan Pemerasan Rp256 Juta
Polisi Cekal CEO Jouska Tersangka Kasus Kejahatan Pasar Modal ke Luar Negeri

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami