Kasus Penipuan Nasabah Rp 1,4 miliar, BRI Pastikan Sistem Keamanan Bank Aman

PERISTIWA | 12 Januari 2019 04:34 Reporter : Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Dua pelaku penipuan secara online terhadap 114 nasabah BRI se Indonesia diringkus tim siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel. Masing-masing bernama Suparman (30) dan Sudirman (34).

Keduanya warga Sulsel yang berhasil memperdaya nasabah-nasabah tersebut melalui website BRI palsu yang mereka ciptakan sendiri. Mereka berhasil serap dana nasabah itu sebanyak Rp 1,4 miliar dalam tempo hanya sebulan.

Pihak BRI melalui Executive Vice President Divisi Layanan Dan Kontak Center PT BRI pusat, Dedi Junaeni menegaskan, kejahatan penipuan oleh dua pelaku itu tidak dikarenakan system security BRI yang dibobol.

"Kalau mengacu ke kasus seperti ini, ini bukan system security BRI yang dibobol. Ini kami namakan social engineering. Kami namakan begitu karena pin, token dan pasword secara sadar diberikan oleh nasabah yang menjadi korban itu kepada pelaku penipuan yang menggunakan website palsu BRI tersebut," tandas Dedi Juhaeni saat rilis di loby Mapolda Sulsel, Jumat (11/1).

Dia menekankan pihaknya menjamin system security BRI masih aman hingga saat ini. Jadi, lanjut dia, karena bukan system security BRI yang dibobol maka pihaknya tidak akan memberi jaminan pengembalian uang ke nasabah yang telah menjadi korban itu.

"Di kasus ini karena kelalaian nasabah. Kalau pin, token dan pasword tidak pernah diberikan kepada orang lain termasuk ke orang yang mengaku-ngaku dari BRI misalnya maka apapun itu prosesnya, tidak akan dibobol," tandasnya lagi.

Sementara itu, Kasubdit Cyber Dit Reskrimsus Polda Sulsel, AKBP Musa Tampubolon menjelaskan, dua pelaku ini tidak satu jaringan. Mereka memiliki sindikat masing-masing dengan modus yang sama yakni penipuan secara online dengan menggunakan website BRI palsu yang mereka buat sendiri.

"Misalnya Suparman, dia lakukan aksi penipuannya bersama Nursam alias Ikhsan. Suparman yang membuat website, Nursam kemudian yang memandu nasabah calon korbannya untuk mengisi form melalui website sehingga dengan sadar nasabah itu menyerahkan pin rekening dll. Ini memudahkan pelaku menarik dana nasabah," kata Musa.

Pelaku mendapati korbannya secara acak saja. Mereka menawari pinjaman bunga rendah dengan syarat nasabah menyetor dana 10 persen dari total dana yang akan dipinjam.

"Tindak kejahatan pelaku berlangsung selama Oktober 2018 lalu dan di akhir Oktober itu Suparman ditangkap, menyusul Sudirman pada bulan Nopember. Baru direlease sekarang karena untuk kebutuhan penyidikan lebih lanjut. Dan dari keterangan keduanya kita simpulkan ada lima pelaku lagi dikejar yakni satu rekan dari Suparman dan empat rekan dari Sudirman," pungkas AKBP Musa Tampubolong.

Baca juga:
7 Kali Beraksi Ganjal Mesin ATM, Komplotan Pembobol Rekening Dibekuk
Komplotan Pembobol Mesin ATM Lintas Daerah Didor di Tangerang
Jebol Plafon & Pakai Alat Las, Modus 6 Pencuri Lintas Daerah Bobol Mesin ATM
Pembobolan Mesin ATM Bank CIMB di Margonda, Uang Raib Dibawa Pelaku
Bobol Rekening Bank, Istri Dipolisikan Suami di Bekasi
Sindikat Pencuri Modus Ganjal Mesin ATM Diringkus di Bekasi Usai Kuras Rp 67,5 Juta
Terlibat Kasus Skimming ATM di Bali, 4 WN Bulgaria Diciduk Polisi

(mdk/gil)