Kasus Penipuan Online Marak di Bali, Ada Modus Jual iPhone X Rp5 Juta

PERISTIWA | 19 November 2019 00:03 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali mengungkapkan kasus penipuan online marak di Pulau Bali dan korbannya tiap tahun mencapai ratusan orang.

"Dalam setahun itu ratusan di Bali. Kalau di tahun 2019 per bulan Oktober. Itu lebih (360) lebih penipuan online," kata Kasubdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Gusti Ayu Putu Suinaci saat ditemui di Kantor Ditreskrimsus Polda Bali, Senin (18/11) sore.

Ia menyampaikan, untuk trend kasus penipuan online di Bali sudah marak sejak tahun 2018 hingga 2019.

Dari catatannya di tahun 2018 itu aduan kasus cybercrime seperti skimming, pencemaran nama baik, hingga hoaks mencapai sekitar 819 aduan dan 50 persennya adalah kasus penipuan online. Kemudian, perbulan Oktober di tahun 2019 ada sekitar 700 kasus cybercrime dan 50 persennya kasus penipuan online.

1 dari 2 halaman

Ngaku Karyawan Freeport

Suinaci juga menerangkan, untuk kasus penipuan online yang banyak diadukan masyarakat. Mulai dari jual beli barang di media sosial seperti Facebook, Instragram dan lapak-lapak online lainnya.

"Kebanyakan korban kasus jual beli. Jual beli handphone, jual beli alat-alat kecantikan itu kerugiannya berkisar mulai dari Rp500 ribu hingga ada sampai Rp10 juta," imbuhnya.

Ia juga menerangkan, ada juga korban yang kerugiannya mencapai ratusan juta, dengan modus pelaku beraneka macam. Seperti, berpura-pura menawarkan mobil, menjadi petugas lelang hingga mengaku menjadi pegawai Freeport dan membujuk rayu korban dan memacarinya.

"Ada yang berpura-pura menjadi pegawai Freeport dia ngajakin korbannya pacaran dulu, disuruh transfer uang bilang gajinya tidak bisa dicairkan atau gajinya dalam bentuk dollar belum bisa tukar (uangnya)," jelas Suinaci.

2 dari 2 halaman

Hati-hati Belanja Online

Suinaci juga mengatakan, modus para pelaku penipuan online itu banyak. Sehingga, masyarakat Bali diminta hati-hati dalam bertransaksi lewat online dan jangan percaya dengan iming-iming barang murah dan bagus dan tentunya harus mencari lapak online yang resmi.

"Untuk menghindari kita menjadi korban penipuan online cari lapak-lapak yang memang resmi. Kalau ada yang iming-iming menawarkan setengah harga, harga murah, barang bagus itu sudah modus-modus mereka," ujarnya.

"Iya masyarakat dalam bertransaksi online lebih berhati-hati dan itu tergantung diri masyarakat sendiri. Apakah iya, hari gini orang menawarkan harga murah. Contohnya, I Phone X masak iya dijual Rp5 juta, dia (korban) pesan sampai 6 unit yang jelas ada korbannya seperti itu," ujar Suinaci. (mdk/ded)

Baca juga:
Anggota DPRD Kota Pekanbaru Bantah Kena Tipu Rp500 Juta
Sertifikat Tak Kunjung Beres, Notaris di Bondowoso Jadi Tersangka Penipuan
Mengaku Perwira Polisi, Napi Tipu Perempuan Anggota DPRD Pekanbaru Rp500 Juta
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Baru Kasus Akumobil
Total Aset Bos Akumobil Disita Polisi Capai Rp3,5 miliar
Dijanjikan Kerja di Toko Handphone, Dona Malah Jadi Korban Penipuan

TOPIK TERKAIT