Kasus Positif Corona Meningkat Akibat Masyarakat Tak Patuh Protokol Kesehatan

Kasus Positif Corona Meningkat Akibat Masyarakat Tak Patuh Protokol Kesehatan
PERISTIWA | 11 Juli 2020 11:18 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Gugus Tugas mengungkapkan meningkatnya kasus positif Covid-19 karena masih banyak masyarakat tak laksanakan protokol kesehatan di situasi new normal. Hal ini berlaku di tempat seperti sekolah asrama ataupun pesantren, dengan sirkulasi yang udaranya tidak baik.

"Karena memang banyak protokol kesehatan masih banyak belum dilaksanakan terutama penggunaan masker. Di mana sulit sekali masyarakat atau kelompok masyarakat tertentu menjaga jarak. Misalnya, di sekolah atau di pesantren atau di tempat-tempat yang memang orang berkumpul dalam sirkulasi tadi udara tidak baik atau tidak pakai masker," kata Tim Komunikasi Publik Percepatan Penanganan Covid-19, Kiki Ika Syafitri, dalam diskusi Polemik Trijaya, Sabtu (11/7).

Dia menuturkan, banyaknya peningkatan kasus seperti di Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI Angkatan Darat (AD), itu banyak faktor. Tapi dipastikan karena tidak ada protokol kesehatan yang dijalankan.

"Kalau sirkulasinya tidak bagus orang berkumpul di suatu tempat tidak bisa berjaga jarak, ya sangat mungkin itu terjadi. Apalagi konsistensi pemakaian maskernya tidak 100 persen. Misalnya, orang menggunakan aktivitas tertentu kadang cukup sulit juga pakai masker, jadi itu yang diperbaiki," jelas spesialis perubahan perilaku UNICEF ini.

1 dari 1 halaman

Meningkatnya Kapasites Tes Turut Mempengaruhi

tes turut mempengaruhi

Namun, dia juga menegaskan, peningkatan kapasitas tes juga membuat banyaknya kasus positif terlihat meningkat. "Ini lebih banyak terkait peningkatan kapasitas tes, kita mulai dengan 30.000 memastikan kita bisa maksimal dengan 30.000 tes per hari," pungkasnya.

Sebelumnya, Jumlah kasus positif corona Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Achmad Yurianto mengatakan ada penambahan kasus baru sebanyak 1.611 orang pada Jumat (10/7/2020).

"Sehingga total akumulatif pasien positif corona ada 72.347 orang," kata juru bicara pemerintah penanganan Covid-19 itu melalui konferensi pers daring di Graha BNPB Jakarta.

Seiring penambahan kasus positif, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh juga terus bertambah. Per hari ini, pasien yang sembuh sebanyak 878 orang.

Maka total kasus pasien corona yang sembuh di Indonesia secara akumulatif mencapai 33.529 orang.

Sedangkan jumlah pasien corona Covid-19 yang meninggal pada hari ini mencapai 52 orang. Dengan demikian, total pasien meninggal sebanyak 3.469 orang.

Data update pasien virus corona Covid-19 ini tercatat sejak Kamis, 9 Juli 2020 pukul 12.00 WIB hingga hari ini pukul 12.00 WIB.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Baca juga:
Per 11 Juli, Pasien Corona RS Wisma Atlet 1.145 dan RSD Pulau Galang 57 Orang
Pemerintah Dituntut Ciptakan Terobosan Baru Atasi Covid-19 dan Dampaknya ke Ekonomi
Kerap Acuhkan Protokol, Pemkot Tangerang Sebar Pegawai Tertibkan Pelanggar di Jalan
Ada Virus Corona, Anggaran Gemuk Kemhan Jadi Sorotan
Kritik Faisal Basri: Ekonomi Sangat Bergantung Pada Penanganan Pandemi
Virus Corona Ancam Indonesia Kehilangan Status Negara Menengah Atas
Faisal Basri Sentil Pengadaan Bansos Sembako Corona Tak Berdayakan UMKM

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami