Kasus Positif Covid-19 di Yogyakarta Meningkat Usai Libur Panjang

Kasus Positif Covid-19 di Yogyakarta Meningkat Usai Libur Panjang
Pemerintah tetapkan harga swab test mandiri tertinggi Rp 900 ribu. ©Liputan6.com/Herman Zakharia
PERISTIWA | 24 November 2020 15:03 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Angka positif virus Corona di Kota Yogyakarta mengalami peningkatan. Ini terjadi usai libur panjang di akhir Oktober 2020.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi membenarkan bahwa kasus positif Corona di Kota Yogyakarta mengalami peningkatan jika dibandingkan sebelum masa liburan akhir Oktober lalu.

Sebelum liburan akhir Oktober, jumlah kasus masih berkisar 45 kasus positif harian yang ditangani layanan rumah sakit di Kota Yogyakarta. Sementara usai liburan akhir Oktober, ada 147 kasus positif.

"Artinya dari tiga minggu pascaliburan ada kenaikan tiga kali lebih banyak. Secara langsung belum bisa dikatakan karena pengaruh liburan di Yogya. Karena kalau dilihat datanya, kebanyakan dari warga kota Yogya yang terkena ketika melakukan perjalanan luar kota, baik saat kerja maupun liburan," ujar Heroe dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/11).

Pertumbuhan kasus positif di Kota Yogyakarta dipicu klaster keluarga. Ada satu anggota keluarga yang melakukan perjalanan luar kota untuk kerja atau liburan, sekembalinya ke rumah menularkan kepada anggota keluarga.

"Atau anggota keluarga terpapar dari rekan kerja di kantor dan menularkannya di rumah. Keseluruhan kasus rumah tangga sekitar 65 persen dari semua kasus positif," ungkap Heroe.

Masyarakat harus kembali diingatkan adalah agar Protokol Kesehatan Covid-19 di rumah tetap dijalankan dengan baik. Yaitu sepulang dari perjalanan atau bertemu dengan banyak orang di luar, agar mandi dahulu dan pakaian langsung dimasukkan dalam mesin cuci, sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga lainnya. Disamping tetap jaga jarak, pakai masker dan selalu cuci tangan.

"Begitu juga dengan di perkantoran, diharapkan Protokol Kesehatan Covid-19 harus tetap dijalankan. Jangan menganggap karena setiap hari bertemu seolah-olah sudah tidak ada resiko ya. Sebab setiap orang punya interaksi di luar ya bisa jadi terkena resiko terpapar," ucap Heroe. (mdk/noe)

Baca juga:
Wakapolsek Tanah Abang Dinyatakan Sembuh Covid-19
Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Segera Lakukan Tes Usai Berkerumun Tanpa Prokes
Pentingnya Melakukan 3T untuk Putus Mata Rantai Covid-19
Lacak Penularan Covid-19, Pemprov DKI Uji 20.000 Spesimen Per Hari
Pemerintah Sebut Ekonomi China Mampu Bangkit Tanpa Kehadiran Vaksin, ini Kuncinya

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami