Kasus Sembuh Corona Meningkat, Wagub Bali Minta Jajaran Matangkan Pemulihan Ekonomi

Kasus Sembuh Corona Meningkat, Wagub Bali Minta Jajaran Matangkan Pemulihan Ekonomi
PERISTIWA | 29 Juli 2020 19:39 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace meminta program-program pariwisata untuk tatanan kehidupan era baru terus dimatangkan.

Menurut Cok Ace, saat ini Bali sudah memasuki fase ketiga, yakni jumlah kasus sembuh lebih banyak daripada yang positif terinfeksi Covid-19.

"Hal tersebut terbukti dari catatan kasus beberapa hari terakhir ini. Maka dari itu, saya minta program pemulihan ekonomi kita matangkan segera," kata Cok Ace, saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Pemulihan Ekonomi Pariwisata Bali, akibat dampat Covid-19 di Ruang Rapat Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar (29/7).

Dalam rapat itu, turut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Putu Astawa, serta komponen pariwisata seluruh Bali dan tokoh pariwisata yang menyambut baik pergeliatan ekonomi sejak dibukanya pariwisata untuk domestik lokal Bali pada tanggal 9 Juli 2020 yang lalu.

"Pantai Kuta sudah ada pengunjung beberapa restoran di Sanur juga sudah diisi pembeli, ini tanda positif untuk ekonomi Bali," imbuh Cok Ace.

Untuk itu, ia juga meminta untuk segera dibuatkan pedoman yang baku tentang protokol kesehatan Covid-19 di industri pariwisata.

"Meskipun, sebelumnya kita sudah bergerak duluan. Kita sudah melakukan sertifikasi industri pariwisata, sudah sering melakukan webminar dengan pasar asing juga, tapi saat ini kita perlu intensifkan segera untuk menyambut wisatawan nusantara yang akan dibuka tanggal 31 Juli mendatang," ungkapnya.

Ia juga berharap, Bali bisa mendapatkan prioritas penyelenggaraan event-event yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat. Mengingat, memang semua daerah di Indonesia mengalami peghambatan laju ekonomi karena pandemi ini. Namun, Bali bisa dikatakan paling terpukul.

"Bali mengandalkan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi. Kita paling terdampak. Jadi saya harap kita dapat atensi dari pusat," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Putu Astawa melaporkan hingga saat ini memang belum ada perkembangan wisatawan mancanegara yang akan masuk ke Bali meskipun pariwisata untuk wisatawan mancanegara akan dibuka 11 September mendatang.

Ia menerangkan, mungkin karena memang kebijakan tiap negara berbeda-beda. Akan tetapi, dalam kesempatan tersebut ia tetap melaporkan berbagai langkah yang telah disiapkan pemerintah guna mengundang para wisatawan tersebut.

"Kita terus sebarkan berbagai penerapan protokol kesehatan kepada industri pariwisata. Sehingga bisa diimplementasikan secara menyeluruh," jelasnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa sertifikasi industri pariwisata telah dijalankan. Hal tersebut untuk meyakinkan para wisatawan bahwa Bali benar-benar siap dalam pelayanan di masa pandemi ini. Di samping itu, ia juga ingin mengintensifkan implementasi Pergub Bali nomor 99 tahun 2018 tentang pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali kepada Hotel dan Restoran.

"Hal ini bertujuan untuk membantu para UMKM kita yang terdampak juga karena Covid-19," ujar Astawa. (mdk/rhm)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami