Kasus stunting tertinggi ada di NTB dan Sulawesi Barat

PERISTIWA | 16 September 2018 10:59 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek mengatakan kasus stunting sangat mempengaruhi perekonomian Indonesia di masa depan. Persentase penderita stunting di Indonesia jumlahnya sekitar 37.2 persen.

Artinya, dari 10 anak setidaknya ada 4 menderita stunting. Data itu diperoleh dari riset kesehatan dasar tahun 2013 silam.

"Berdasarkan pemetaan kasus stunting ada di yang tinggi ada di wilayah Indonesia Timur seperti NTB, dan Sulawesi Barat," ujar dia, Minggu (16/9).

Nila mengatakan, bayangkan jika 10 anak, 4 menderita stunting. Dari pendidikan pasti mengalami keterlambatan. Akibatnya yang dtimbulkan pun anak tidak produktif sehingga bisa menjadi beban bangsa.

"Artinya kalau anak-anak kita tamat SD apa yang bisa dia lakukan. Berapa kerugian ekonominya," kata dia.

Dia menambahkan, bandingkan dengan satu anak normal. "Beda dengan satu anak pintar. Itu bisa mengembalikan 48 kali ekonomi jadi itu hubungannya," ucap dia.

Karenanya, pemerintah tengah berupaya menekan angka stunting. Salah satunya dengan melakukan kampanye cegah stunting.

"Stunting ini sekarang bukan hanya tanggung jawab Kemenkes. Kami sudah buktikan kami melakukan intervensi sendirian gak berhasil. Karena itu Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) adalah lintas Kementerian dan lembaga terkait. Dan sekarang stunting di pegang di koordinasi oleh pimpinan Pak Presiden dan Wakil Presiden," tandas dia.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Menkes sebut stunting dipengaruhi perilaku orangtua
Kampanye cegah stunting, ratusan orang jalan sehat dari bundaran HI ke Monas
Video game jadi kambing hitam rusaknya mata anak-anak China
Bukan bedak, losion lebih tepat untuk bayi yang berkeringat
Akibat gadget, pola komunikasi bergeser dari dialogis tatap muka jadi individual
Sederet alasan telur disebut multivitamin alami
Cara mudah atasi batuk pilek anak

(mdk/eko)