Kasus suap Bupati Bogor, bos PT Sentul dituntut 6 tahun kurungan

PERISTIWA | 13 Mei 2015 14:59 Reporter : Ferrika Lukmana Sari

Merdeka.com - Direktur Utama PT Sentul City Tbk, Kwee Cahyadi Kumala alias Suiteng dituntut pidana selama 6 tahun 5 bulan Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi. Selain itu, Suiteng diharuskan membayarkan denda sejumlah Rp 500 juta dengan subsidar 5 bulan kurungan penjara.

"Pelanggaran berdasarkan pasal 31 Tentang Pemberantasan Tindakan Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, pada dakwaan ke satu," kata Jaksa Penuntut Umum KPK Surya Nelly saat membacakan tuntutannya di Pengadilan Tipikor pada Rabu, (13/5)

Surya menilai mengungkapkan terdakwa terbukti menyuap Bupati Bogor saat itu Rahmat Yasin sebesar Rp 5 miliar dan menghalangi perkara penyidikan di KPK. "Ada gundelan traksasi BCA, 2 lembar surat Bupati dan sejumlah uang yang diletakkan di tas merah," kata Jaksa.

Sidang selanjutnya akan dilaksanakan Rabu depan yang berisikan tentang nota pembelaan terdakwa atas keputusan sidang di Tipikor ini.

Seperti diketahui, kasus ini terungkap dengan ditangkapnya Bupati Bogor Rahmat Yasin, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Pemkab Bogor, M Zairin dan pegawai PT Bukit Jonggol Asri (BJA), Francis Xaverius Yohan Yap. Diduga Rachmat menerima suap terkait tukar menukar kawasan ahli fungsi hutan senilai Rp 1,5 miliar dari nilai suap Rp 4,5 miliar.

Korupsi alih fungsi hutan, bos Sentul City dituntut 6,5 tahun bui

Bos Sentul City jalani sidang lanjutan di Tipikor

Bos Sentul City jalani sidang lanjutan kasus alih fungsi hutan Bogor

Saksi ahli KPK sebut pemberian handphone bos Sentul City langgar UU

Pengacara Sentul City bujuk istri Yohan Yap samarkan transaksi suap

(mdk/eko)