Kasus Suap Dana Hibah KONI, KPK Perpanjang Penahanan Imam Nahrawi

PERISTIWA | 21 November 2019 19:50 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dalam kasus dugaan suap dana hibah terhadap Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) melalui Kemenpora. Penahanan Imam Nahrawi diperpanjang hingga 30 hari ke depan.

"IMN (Imam Nahrawi) diperpanjang penahanannya selama 30 hari ke depan," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (21/11).

Imam sendiri usai diperiksa penyidik KPK mengakui sudah menandatangani surat perpanjangan penahanannya. Namun Imam enggan membahas lebih jauh soal kasusnya.

Imam justru‎ mengajak publik mendoakan kontingen Indonesia yang akan berlaga pada SEA Games Filipina 2019 yang berlangsung mulai 30 November 2019 hingga 11 Desember 2019 mendatang.

"Doakan ya Indonesia nanti menyongsong SEA Games 2019 di Filipina," kata Imam.

1 dari 1 halaman

Kronologi Kasus Imam Nahrawi

Dalam kasus ini KPK menetapkan mantan Menpora Imam Nahrawi dan asisten pribadinya Miftahul Ulum sebagai tersangka suap dana hibah KONI. Selain suap, keduanya juga dijerat gratifikasi. Imam Nahrawi melalui Ulum diduga telah menerima uang total Rp26,5 miliar.

Uang tersebut merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora, kemudian jabatan Imam sebagai Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.

KPK menduga uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait.

Sebelumnya, KPK sudah lebih dahulu menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Kelima orang tersebut terjaring operasi tangkap tangan tim penindakan pada 18 Desember 2018.

Mereka adalah Deputi IV Kemenpora Mulyana (MUL), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo (AP), Staf Kemenpora Eko Triyanto (ET), Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy (EFH), dan Bendahara Umum KONI Jhony E. Awuy (JEA).

Reporter: Fachrur Rozie (mdk/gil)

Baca juga:
Lengkapi Berkas Imam Nahrawi, KPK Panggil Wakil Bendahara KONI
Imam Nahrawi Klaim KPK Larang Keluarga Menjenguk
Kuasa Hukum Nahrawi Belum Tentukan Langkah Hukum Usai Gugatan Praperadilan Ditolak
Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Imam Nahrawi
Praperadilan Imam Nahrawi Ditolak, KPK Bilang 'Penetapan Tersangka Sudah Sah'
VIDEO: Hakim Tunggal PN Jaksel Tolak Gugatan Praperadilan Imam Nahrawi
Kecewa Praperadilan Imam Nahrawi Ditolak, Pengacara Sebut Ada Bukti Kwitansi