Kasus Suap Impor Bawang Putih, KPK Periksa Sekjen DPR

PERISTIWA | 15 November 2019 10:17 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar dalam kasus dugaan suap pengurusan izin impor bawang putih tahun anggaran 2019.

Indra akan dimintai keterangan untuk melengkapi berkas penyidikan mantan anggota DPR RI Fraksi PDIP I Nyoman Dhamantra (IYD).

"Saksi Indra Iskandar akan diperiksa untuk tersangka IYD," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (15/11/2019).

Dalam kasus ini, KPK menetapkan I Nyoman Dhamantra (INY) sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin impor bawang putih tahun 2019. Selain Nyoman, KPK juga menjerat lima orang lainnya dalam kasus ini.

Yakni Mirawati Basri (MBS) selaku orang kepercayaan Nyoman, Elviyanto (ELV) orang dekat Nyoman, dan tiga pihak swasta yakni Chandry Suanda (CSU) alias Afung, Doddy Wahyudi (DDW), dan Zulfikar (ZFK).

Nyoman diduga meminta fee sebesar Rp3,6 miliar dan Rp1.700 hingga Rp1.800 per kilogram dari pengurusan izin impor bawang putih dengan kuota 20 ribu ton untuk beberapa perusahaan termasuk perusahaan yang dimiliki oleh CSU alias Afung.

Dari komitmen fee tersebut, Nyoman diduga sudah menerima Rp2 miliar yang dikirim oleh Doddy ke rekening kasir money changer milik Nyoman. Rp2 miliar tersebut direncanakan untuk digunakan mengurus surat persetujuan impor (SPI).

Baca juga:
Langkah Pengacara Tersangka Suap Impor Bawang Putih Usai Praperadilan Ditolak
Hakim Tunggal PN Jaksel Tolak Gugatan Praperadilan I Nyoman Dhamantra
KPK Tak Hadir, Sidang Praperadilan Tersangka Suap Impor Bawang Putih Ditunda
Praperadilan Nyoman, Saksi Ahli Nilai Berdasarkan UU Baru KPK Tak Berwenang Menahan
Sidang Praperadilan Nyoman, Saksi Ahli Sebut OTT Tak Diatur di KUHP
Sidang Gugatan Praperadilan I Nyoman Dhamantra Kembali Ditunda

(mdk/bal)