Kasus suap pajak, bos PT EKP divonis 3 tahun penjara

Kasus suap pajak, bos PT EKP divonis 3 tahun penjara
Rajamohanan Nair ditahan KPK. ©2016 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman
NEWS | 17 April 2017 12:31 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat hari ini menjatuhkan putusan atas Ramapanicker Rajamohanan Nair, pemberi suap terhadap staf pajak di Kementerian Keuangan, Handang Soekarno. Pria berdarah India itu divonis hukuman penjara selama 3 tahun.

"Menjatuhkan terdakwa Ramapanicker Rajamohanan Nair hukuman penjara selama tiga tahun denda Rp 200 juta dengan ketentuan apabila tidak mampu mengganti denda diganti 5 bulan penjara," ujar ketua majelis hakim John Halasan Butar Butar saat membacakan surat putusan terhadap Ramapanicker, Senin (17/4).

Putusan majelis hakim lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum KPK yang menuntut Ramapanicker penjara empat tahun denda Rp 250 juta atau subsider 6 bulan penjara.

Pertimbangan majelis hakim menjatuhkan vonis terhadap Country Director PT Eka Prima Ekspor Indonesia yang bersangkutan bersikap selama proses persidangan, mengakui kesalahannya atas menyuap pejabat penyelenggara negara, dan tidak pernah mendapat hukuman.

Sedangkan hal yang memberatkan Ramapanicker karena perbuatannya dianggap tidak mendukung program pemerintah yang sedang berupaya instansi pemerintahan bebas dari tindak pidana korupsi.

Atas putusan tersebut kedua pihak menyatakan pikir-pikir untuk mengambil langkah hukum selanjutnya.

"Kami akan pikir-pikir yang mulia," kata pengacara Syamsul Huda, Senin (17/4).

Dalam putusannya, majelis hakim menerapkan Pasal 5 Ayat 1 huruf a undang-undang Tipikor Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Diketahui, Ramapanicker diduga menjanjikan sejumlah uang pelicin sebesar Rp 6 miliar sebagai kompensasi penghapusan pajak PT Eka Prima Ekspor Indonesia sebesar Rp 78 Miliar. Namun jumlah yang terealisasi baru Rp 1,9 miliar sebelum akhirnya ditangkap penyidik KPK pada operasi tangkap tangan Desember 2016 lalu. (mdk/msh)

Baca juga:

Disentil sekali, Fahri Hamzah balas KPK lima kali

Fahri Hamzah ibaratkan cara kerja KPK seperti preman kampung

Fahri Hamzah tantang KPK periksa Presiden Jokowi

Fahri Hamzah: Saya yang akan panggil KPK, bukan dibalik!

KPK buka peluang hadirkan Fahri dan Fadli Zon di sidang suap pajak

Fahri Hamzah: Maling kerjaannya puji KPK supaya enggak diganggu

Fahri Hamzah: Saya gak ada urusan dengan Handang dan adik Pak Jokowi

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami