Kasus Sutradara Ali Shahab Murni Perdata
PERISTIWA | 21 Mei 2009 19:41 Reporter : Sumber:
Kapanlagi.com - Dr Rudi Satriyo Mukantardjo, saksi ahli dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia, menyatakan bahwa kasus penggelapan yang didakwakan pada sutradara sinetron TVRI Ali Shahab adalah perdata murni.

Merdeka.com - Rudi Satriyo Mukantardjo, yang dihadirkan pengacara Adhyiaksa dari OC Lawyers dalam kesaksiannya di bawah sumpah itu di Pengadilan Jakarta Selatan, Rabu, mengatakan perdata murni tampak lebih menonjol karena adanya perjanjian.

"Dalam perjanjian yang disertai dengan adanya jaminan itu, Ali Shahab juga sudah membayarkan sebagian uang yang dipinjamnya dari Rifkiansyah D Karemon," kata Rudi yang juga Ketua Bidang Studi Hukum Pidana UI itu.

Selain itu, berdasarkan surat-surat perjanjian yang ada diikuti dengan jaminan itu, semuanya atas nama perusahaan tempat Ali Shahab bekerja.

Jadi kasus ini, katanya, murni kasus perdata yang bisa diselesaikan pula secara perdata.

Ali Shahab didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum Wawan Gunawan, karena dia telah melakukan peminjaman uang sebesar Rp300 juta pada Rifkiansyah D Karemon antara lain sebagai modal membiayai sinetronnya dan untuk pembayaran air time fee ke TVRI Senayan Jakarta.

Air time fee itu dibayarkan untuk rencana penayangan sinetron TVRI yang berjudul TERANIAYA sebanyak 16 episode dan ANAK-ANAK MASA DEPAN sebanyak 18 episode.

Untuk meminjam uang tersebut, Ali Shahab menunjukkan surat perintah kerja antara TVRI dan PT Sentra Focus Audio Visual di mana Ali Shahab sebagai direktur perusahaan tersebut.

Atas jaminan itu dan dijanjikan untuk mendapatkan untung, kemudian Rifkiansyah D Karemon, memberikan pinjaman mulai dari Rp94 juta, kemudian berikutnya Rp106 juta hingga Rp187 juta.

Dari pinjaman yang diberikan itu hingga Rp187 juta, Rifkiansyah dijanjikan uangnya akan dibayarkan Rp212 juta dan janji tersebut dikabulkan Ali Shahab.

Karena percaya pada Ali Shahab, Rifkiansyah kembali meminjamkan Rp94 juta melalui bank BCA dan bank Mandiri sebesar Rp106,5 juta lagi hingga berikutnya Rp212 juta.

Tetapi ketika pengembalian pinjaman itu berupa cek, ternyata cek yang diberikan Ali Shahab tidak bisa dicairkan (cek kosong).

Karena dirugikan sebesar Rp281,5 juta oleh Ali Shahab maka Rifkiansyah melaporkan terdakwa ke kepolisian. Ia didakwa melanggar pasal 378 KUHP tentang penipuan.(kpl/dar)

(mdk/)