Kasus Wahyu Setiawan Disebut Penipuan, KPK Jalan Terus Buru Pihak Lain

Kasus Wahyu Setiawan Disebut Penipuan, KPK Jalan Terus Buru Pihak Lain
PERISTIWA | 20 Januari 2020 15:36 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Mantan Ketua Pansel Capim KPK, Yenti Ganarsih menilai kasus yang menjerat eks anggota KPU Wahyu Setiawan dan Caleg PDIP Harun Masiku merupakan penipuan. Politikus PDIP Adian Napitupulu juga merasa, Harun korban iming-iming pihak tertentu.

Namun, KPK tetap yakin, kasus tersebut masuk tindak pidana suap. Apalagi, bukti yang telah dikantongi KPK cukup untuk melanjutkan kasus ini ke tahap penyidikan.

"Dari bukti-bukti permulaan yang dimiliki sehingga dapat dilakukan kegiatan tangkap tangan kemarin, KPK masih akan terus mendalami dan mengembangkan pada tingkat penyidikan," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin (20/1).

Ali mengatakan, masih terlalu dini menyimpulkan kasus Harun Masiku sebagai penipuan. Menurut Ali, tim penyidik akan terus mengembangkan perkara dan akan menjerat pihak lain yang diduga terlibat.

"Tidak menutup kemungkinan untuk meminta pertanggungjawaban pihak lain atas dugaan penyuapan yang melibatkan mantan komisioner KPU tersebut," kata Ali.

1 dari 1 halaman

Sebelumnya, Yenti Garnasih menilai, kasus hukum yang menjerat Wahyu Setiawan bukan merupakan kasus suap. Dia merasa, kasus itu mengarah ke penipuan karena Wahyu menjanjikan suatu hal yang tidak dapat dipenuhi.

"Saya melihat ini lebih kepada penipuan, ada pihak yang mengiming-imingi Harun Masiku dengan permintaan uang tertentu agar menjadi anggota DPR. Tapi nyatanya sampai hari ini keputusan tidak berubah," kata Yenti, Kamis (16/1).

Sementara itu, Adian Napitupulu beranggapan jika kolega partainya, Harun Masiku adalah korban iming-iming dari Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Menurut Adian, Wahyu dijanjikan akan menjadi anggota DPR periode 2019-2024 melalui metode pergantian antar-waktu (PAW) oleh Wahyu. Padahal, KPU menolak Wahyu menggantikan Nazaruddin Kiemas yang meninggal dunia.

"Jangan-jangan dia (Harun) korban iming-iming. Harun Masiku pegang putusan MA, dia punya hak menjadi anggota DPR, dia mendapat hak dari keputusan partai berdasarkan putusan MA. Lalu dia tunggu haknya diberikan oleh KPU, tapi tidak diberikan," ujar Adian di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (19/1).

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com (mdk/rnd)

Baca juga:
KPK Tegaskan Pengusutan Kasus Suap Wahyu Setiawan Akan Terbuka ke Publik
Potret Terbaru Adian Usai Jalani Perawatan Akibat Serangan Jantung di Pesawat
Harun Masiku Disebut Mesti Dilindungi Demi Ungkap Kasus Wahyu Setiawan, Ini Kata LPSK
LPSK Siap Lindungi Saksi dan Korban Kasus Suap PAW Caleg PDIP
Adian Napitupulu Tegaskan Tak Ada Keributan Saat KPK Hendak Geledah DPP PDIP
Tim Hukum PDIP: Harusnya KPU Patuhi MA, Suara Nazaruddin Untuk Harun Masiku

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami