Kata Polri Soal Jokowi Naik Motor Lampu Tak Nyala Tidak Ditilang

Kata Polri Soal Jokowi Naik Motor Lampu Tak Nyala Tidak Ditilang
PERISTIWA | 14 Januari 2020 16:53 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Dua mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta, mempertanyakan implementasi Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan khususnya Pasal 107 ayat 2 dan Pasal 293 ayat 2 yakni mengenai aturan yang mengharuskan pengendara sepeda motor menyalakan lampu pada siang hari.

Eliadi Hulu dan Ruben Saputra Hasiholan Nababan bahkan menyeret nama Presiden Joko Widodo.

Menurut mereka Jokowi pernah tak menyalakan lampu motor saat berkendara pada siang hari tapi tidak ditilang.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono menjawab kritik tersebut. Menurut Argo, Presiden merupakan orang nomor satu di Indonesia.

"Ke mana-mana pasti ada pengawalan semuanya di sana ya, namanya orang yang kita hargai ya namanya simbol negara ini ke mana pun kita kawal semuanya,
ujar Argo di Mabes Polri, Selasa (14/1).

1 dari 1 halaman

Polri Apresiasi Gugatan ke MK

Namun, Argo mengapresiasi langkah hukum yang ditempuh dua mahasiswa tersebut. Diketahui keduanya mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Itu hal yg bagus kalau memang ada tidak terima dengan Undang-Undang di MK. Kami tunggu saja bagaimana proses di MK, hasilnya seperti apa," ujar Argo.

Dalam gugatannya, Mahasiswa UKI, berpendapat menyalakan lampu otomatis pada sepeda motor dan berjalan di gang atau tempat-tempat tertentu dapat mengganggu kenyamanan.

"Selain mengganggu masyarakat sekitar hal itu juga merupakan bentuk ketidaksopanan," kata Eliadi dikutip dari website MK.

Selain itu, menurut pemohon, menyalakan lampu secara otomatis justru merugikan para pengendara. Sebab dapat mengakibatkan pemborosan pada aki sepeda motor.

"Hal ini tentunya sangat merugikan bagi para driver online yang sehari-hari mencari nafkah dengan menggunakan sepeda motor," ucapnya.

Sebelumnya, Eliadi ditilang Polantas di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur pada 8 Juli 2019 pukul 09.00 WIB. Eliadi ditilang karena lampu sepeda motornya tidak menyala.

Saat terkena tilang, dia menyebut sempat mengajukan protes terkait aturan menyalakan lampu saat siang hari. Saat dijelaskan, Eliadi tak puas dengan alasan petugas lalu lintas.

"Sebagai mahasiswa Fakultas Hukum yang merupakan generasi penegak hukum di Republik ini, maka sudah kewajiban pemohon untuk mengkritisi setiap norma yang tidak bermanfaat dan tidak sesuai dengan UUD dan berpotensi merugikan dan meresahkan masyarakat luas," jelasnya. (mdk/eko)

Baca juga:
Jokowi Minta Presiden Armenia Beri Akses Bebas Visa untuk WNI
Presiden Jokowi: Pemindahan Ibu Kota Inisiatif Paling Berani dalam Sejarah RI
NasDem Akui Adik Ipar Jokowi Daftar Penjaringan Bakal Calon Bupati Gunungkidul
7 Juta Orang Akan Pindah ke Ibu Kota Baru, Jokowi Undang Dunia Berinvestasi
Jokowi ke Investor Dunia: Baterai Ponsel Anda Bisa Jadi Mengandung Nikel Indonesia
KPU Serahkan Surat Pengunduran Diri Wahyu Setiawan ke Presiden Jokowi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami