KBRI Gunakan Jalur Konsuler Tangani 3 WNI di Singapura Diduga Terlibat Terorisme

PERISTIWA | 24 September 2019 07:57 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Empat warga negara Indonesia (WNI) di Singapura ditangkap lantaran dugaan keterlibatan dalam kegiatan radikal. KBRI Singapura telah menerima informasi dari Kementerian Dalam Negeri Singapura terkait penangkapan empat pekerja migran Indonesia yakni RH, TM, AA, dan SS.

Keempatnya ditangkap berdasarkan Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri (Internal Security Act) Singapura, karena dugaan keterlibatan dalam kegiatan radikal termasuk ikut mengirimkan sejumlah uang untuk mendukung kegiatan radikal.

"Menindaklanjuti informasi tersebut, KBRI Singapura telah meminta akses kekonsuleran," ujar Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha melalui pesan singkat. Dikutip dari Antara, Selasa (24/9).

Judha menuturkan bahwa SS telah ditemui pihak KBRI Singapura pada 13 September 2019. Berdasarkan hasil penyelidikan, SS tidak memiliki hubungan aktif dengan jaringan terorisme sehingga ia dibebaskan dan langsung direpatriasi ke Indonesia pada 15 September 2019.

Sedangkan RH, TM, dan AA telah dikunjungi staf KBRI Singapura di Penjara Changi pada 19 September 2019.

Saat ini, ketiganya masih ditahan di penjara tersebut dan mendapat perlakuan baik, diberi makan tiga kali sehari, serta diizinkan beribadah. "KBRI Singapura akan terus memantau kasus ini," kata Judha.

Sebelumnya Kementerian Dalam Negeri Singapura mengeluarkan keterangan pers mengenai penangkapan AA (33), RH (36), dan TM (31), dengan perintah penahanan pada September.

Tiga perempuan Indonesia yang telah bekerja sebagai pekerja rumah tangga di Singapura selama antara enam dan 13 tahun ketika mereka ditangkap, ditahan di tengah investigasi kegiatan pendanaan terorisme mereka.

Baca juga:
Diduga Terlibat Terorisme, 3 TKI Ditahan di Singapura
Hilang 9 Tahun di Suriah, TKW Sukabumi Akhirnya Pulang Kampung
Berkat Facebook, TKW Asal NTB Ditemukan Setelah 11 Tahun Hilang Kontak di Suriah
Ombudsman Minta Polisi dan Pemerintah Serius Tangani TKW Korban Perdagangan Orang
Iis Nurhayani, TKW Asal Karawang Hilang Kontak 11 Tahun di Malaysia
Bunuh Bayi yang Baru Dilahirkan, TKI di Malaysia Terancam Hukuman Mati

(mdk/cob)