Kebakaran di Ruang Teknisi Gedung Pelni, Diduga Akibat Korsleting Listrik

PERISTIWA | 13 Oktober 2019 06:44 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Kebakaran melanda ruang parkir basement Gedung PELNI di Petojo Utara, Gambir, Jakarta, pada Minggu dini hari. Pantauan di lokasi pada pukul 00.57 WIB, terlihat para petugas pemadam kebakaran sudah berhasil mendeteksi titik api di ruang basement Gedung PELNI. Seperti dikutip Antara (13/10).

Sejumlah petugas gabungan dari berbagai elemen gabungan seperti PLN, Koramil, PMI dan Polsek Gambir terlihat turut mengamankan situasi di Gedung PELNI.

"Api sebetulnya sudah berhasil dipadamkan sekira pukul 00.40, langsung pendinginan dan pengeluaran asap," kata Ahmad Sanjoyo selalu perwira piket dari Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat ditemui di lokasi kejadian.

Kebakaran diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik di ruang teknisi yang terdapat di basement Gedung PELNI dan api kemudian merambat ke ruangan panel.

"Petugas teknisi sempat berusaha memadamkan api namun kewalahan sehingga melapor ke dinas damkar sekira pukul 23.53," kata Ahmad.

Sedikitnya 14 unit diterjunkan untuk menangani pemadaman kebakaran di ruang basement Gedung PELNI, bukan hanya unit damkar tetapi juga pendukung seperti mobil penyedot dan pembuang asap.

Ahmad mengakui kendala utama penanganan kebakaran di ruang basement adalah hanya ada satu akses masuk yang ditutupi asap tebal yang meliputi lokasi api.

Dipastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kebakaran tersebut dan sejumlah unit kendaraan yang terparkir di ruang basement juga dinyatakan aman dari kerusakan.

Hingga pukul 02.20 WIB, petugas meneruskan penanganan berupa penguraian serta penyisiran lantai per lantai Gedung PELNI.

Baca juga:
Penyebab Kebakaran Rumah Warga di Cawang, Kebocoran Gas atau Sabotase?
Penyebab Kebakaran di Cawang Diduga Gas Bocor, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar
40 Rumah di Cawang Terbakar, Ratusan Warga Mengungsi
Pemukiman Warga di Cawang Terbakar
Ada Kebakaran, Pembangunan Pembangkit Listrik di TPA Putri Cempo Terus Berlanjut

(mdk/ray)