Kebakaran Gunung Slamet Meluas Sampai Kawasan Baturaden

PERISTIWA | 22 September 2019 08:03 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kebakaran Gunung Slamet terus meluas akibat gagalnya penyekatan di kawasan Kaligua, perbatasan Kabupaten Banyumas-Brebes. Pada Sabtu (21/9), api telah membakar kawasan Baturraden. Api terus merembet ke arah timur, mulai dari wilayah administratif Brebes ke Kabupaten Banyumas.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Ariono Purwanto mengatakan, petugas gabungan telah berupaya menyekat rembetan api dengan membuat sekat bakar alami. Tetapi upaya pemadaman dengan pembuatan sekar bakar itu gagal. Rupanya, titik api yang membakar Gunung Slamet telah melampaui titik yang direncanakan untuk penyekatan.

"Tiupan anginnya kencang. Jadi sudah melewati titik yang tadinya direncanakan akan dibuat sekat bakar," katanya.

Usai pemadaman kebakaran Gunung Slamet dipastikan gagal, tim gabungan berupaya memadamkan api dengan peralatan yang ditemukan di lapangan (kondisional). Misalnya, dengan memukul-mukul titik api.

Namun, kebakaran Gunung Slamet tak bisa dikendalikan. Material semak belukar kering semakin menyulitkan upaya pemadaman.

Akhirnya, Pos Pemunduran di Kaligua dipindah ke Kalipagu, Baturraden dan area Kebun Raya Baturraden. Dari titik ini, diberangkatkan sekitar 200 orang, terdiri dari masyarakat setempat dan relawan gabungan lintas instansi.

"Kemarin sore sekitar pukul 4 sore diberangkatkan secara bertahap. Kemudian, pukul 10 malam juga diberangkatkan lagi relawan dari masyarakat setempat dan tim gabungan," dia menjelaskan.

Rencananya, hari ini akan dilakukan penggantian personel. Relawan akan diberangkatkan. Mereka bergantian untuk memantau, memadamkan dan membuat sekat bakar. "Upaya kita melokalisir api," dia menerangkan.

Kontur perbukitan dan jurang menyulitkan pemadaman ini. Terlebih, kawasan terbakar sangat kering dengan tiupan angin yang kencang.

Tiupan angin dan material mudah terbakar juga memicu kecepatan rembetan. Meski belum memperoleh data luasan lahan yang terbakar, namun dia memperkirakan api merembet lebih dari 10 kilometer selama tiga hari kebakaran.

Dia mengaku belum menerima laporan jenis vegetasi hutan yang terbakar. Namun, dia memastikan hingga saat ini lokasi kebakaran masih jauh dari permukiman penduduk.

"Saya kira masih aman. Karena jaraknya jauh ya. Kemudian ada juga jurang yang jadi sekat. Tiupan angin juga tidak (mengarah ke permukiman)," dia mengungkapkan.

Reporter: Muhamad Ridlo
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Ketua DPR Desak KLHK Bentuk Gugus Tugas Pencegahan Karhutla
Galang Bantuan untuk Korban Asap, Jurnalis Gelar Aksi Sosial di Bundaran HI
Kebakaran di Gunung Semeru, Pendaki Hanya Bisa Sampai Ranu Kumbolo
Gunung Semeru Terbakar, Pendaki Diminta Hanya Sampai Ranu Kumbolo
Kebakaran Hanguskan Puncak Gunung Ile Mandiri Flores Timur
1 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pembakaran Hutan Lindung di Flores Timur

(mdk/fik)