Kecam Pelemahan KPK dan RUU Kontroversial, Massa Kepung DPRD Jember

PERISTIWA » MALANG | 23 September 2019 17:22 Reporter : Muhammad Permana

Merdeka.com - Ribuan mahasiswa dan masyarakat di Jember turun ke jalan. Mereka mengecam langkah DPR dan pemerintah yang telah merevisi UU KPK. Massa yang tergabung dalam Cipayung Plus Jember tersebut juga menentang rencana pemberlakuan beberapa undang-undang yang dinilai menciderai rasa keadilan rakyat.

Sembari membawa beberapa spanduk, massa Cipayung Plus Jember berkumpul di depan kampus Universitas Jember (Unej) dan berjalan kaki menuju DPRD Jember untuk menyampaikan aspirasi. Sembari meneriakkan yel-yel, mereka juga mengecam keras kesepakatan Presiden dan DPR yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

"Kami tidak percaya pemerintah. UU KPK yang baru harus segera dibatalkan, itu adalah produk hukum yang amat buruk bagi massa," teriak orator, Senin (23/9).

"Permasalahan dalam Revisi UU KPK amat kompleks. Independensi KPK semakin terancam, dan ini sarat kepentingan, mengingat banyak anggota DPR yang ditindak KPK," ujar Hanif Q. Arifin, juru bicara aksi yang juga Ketua KAMMI Jember.

Selain pelemahan KPK, sorotan lain massa adalah terkait dengan RKUHP, RUU Pertanahan dan RUU Pemasyarakatan. Sembari membawa peti mati, massa juga mengadakan aksi teatrikal. "Kami mengecam keras sejumlah regulasi ngawur dari DPR dan juga pemerintah. Reformasi telah mati," ujar Ketua HMI Jember, Azhar Adaby yang menjadi salah satu juru bicara.

Aksi massa tersebut diterima dengan baik oleh pemerintah. Tidak hanya menemui, pimpinan DPRD Jember juga berjanji akan meneruskan aspirasi dari para mahasiswa. "Saya dan seluruh anggota DPRD Jember mendukung penuh dari para mahasiswa Cipayung Plus Jember," ujar Wakil Ketua DPRD Jember Dedy Dwi Setiawan saat menemui massa.

Dari informasi yang dihimpun merdeka.com, beberapa dosen bahkan mendukung penuh aksi mahasiswa hari ini. Mereka memberikan keleluasaan bagi mahasiswanya untuk tidak masuk kuliah dengan tujuan mengikuti aksi.

Aksi ini jauh lebih besar dari aksi sebelumnya di lokasi yang sama. Sebelumnya, pada Senin (16/9), gabungan berbagai elemen yang menamakan diri Solidaritas Koalisi Anti Korupsi (SKAK) Jember, turun ke jalan mengecam rencana revisi UU KPK yang akhirnya disahkan pada keesokan harinya di Jakarta. Massa yang terdiri dari mahasiswa dan organisasi jurnalis itu menyebut, revisi UU KPK amat jelas bertujuan melemahkan kinerja lembaga anti rasuah tersebut.

Cipayung Plus Jember merupakan gabungan dari empat organisasi mahasiswa, yakni IMM, KAMMI HMI dan GMNI. Selain di Jember, aksi Cipayung Plus yang menolak beberapa pembahasan RUU kontroversial, juga terjadi di beberapa kota lain. Seperti Yogyakarta, Jakarta, Malang dan sebagainya.

Baca juga:
DPRD Banyumas Teken Tuntutan Petisi Tolak RUU KUHP dan Revisi UU KPK
Demo Mahasiswa Tolak UU KPK dan RUU KUHP di Bandung Ricuh
Geruduk DPRD Kaltim, Dosen dan Mahasiswa Terlibat Bentrok dengan Polisi
Ribuan Mahasiswa di Bandung Demo Kritisi Kebijakan Pemerintah dan DPR
VIDEO: Aksi #GejayanMemanggil, Ribuan Mahasiswa Yogyakarta Turun ke Jalan
Massa Aksi di Serang: RKUHP Sudah Mencederai Demokrasi

(mdk/cob)