Kecelakaan Bus Maut di Tol Sumo Tewaskan 15 Penumpang, Ini Fakta-faktanya

Kecelakaan Bus Maut di Tol Sumo Tewaskan 15 Penumpang, Ini Fakta-faktanya
Kecelakaan bus di Tol Surabaya-Mojokerto. ©2022 Merdeka.com
NEWS | 18 Mei 2022 05:00 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Kecelakaan maut bus pariwisata Ardhiansyah di KM 712+400 jalur A Tol Surabaya - Mojokerto, Senin (16/5) pagi merenggut nyawa 15 penumpangnya dan melukai belasan orang lainnya. Berikut fakta-fakta kecelakaan yang mengakibatkan sejumlah warga Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal, Surabaya itu meninggal dunia.

Sabtu (14/5) malam sekitar pukul 20.00 WIB sejumlah warga RT/RW 02/02 Benowo berangkat berwisata menuju Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Seusai berwisata, rombongan pulang menuju Surabaya pada Senin (16/5) pagi.

Bus dengan nopol S 7322 UW ini awalnya dikemudikan sopir utama bernama Ach Ari. Namun, pada KM 695 atau di rest area yang terletak di Tol Jombang-Mojokerto, peran sopir digantikan Ade Firmansyah.

"Iya (pergantian sopir di rest area) di KM 695," ungkap Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Latif Usman, Selasa (17/5).

2 dari 5 halaman

Salip Truk Sebelum Kecelakaan

Ia menerangkan, setelah terjadi pergantian sopir, bus mini pariwisata itu lalu melanjutkan perjalanan pulang menuju Benowo, Surabaya. Setiba di KM 711, kendaraan bus berpenumpang 34 orang itu sempat menyalip truk di jalur cepat.

"Pada saat dia mengendarai, dia sempat menyalip kendaraan truk yang di depannya melalui jalur cepat, di sekitar KM 711," tambahnya.

Seusai menyalip truk itu, bus berusaha ke kiri atau kembali ke jalur lambat. Namun, setibanya di KM 712, insiden nahas tak bisa dihindari. Bus tiba-tiba lalu oleng ke kiri dan menabrak tiang VMS (Variable Message Sign) di pinggir bahu jalan tol sampai terguling.

"Setelah (menyalip truk) itu, dia kembali ke jalur lambat dia oleng ke kiri," tegasnya.

3 dari 5 halaman

Kecepatan Diprediksi Lebih dari 100 Km/Jam

Kerasnya benturan yang terjadi membuat bus sempat terguling seusai menabrak tiang VMS di KM 712. Kecepatan bus pada saat terjadi tabrakan diperkirakan lebih dari 100 km/jam. Apalagi, tidak adanya bekas pengereman kendaraan di jalan sebelum hantaman terjadi.

"Kita prediksi lebih dari 100 (km/jam). Kita prediksi dari akibat menabrak papan reklame sampai ngguling seperti itu kan kecepatan tinggi," ujar Kasat Lantas Mojokerto AKP Heru Sudjio Budi Santoso, Senin (17/5).

Akibat kejadian tersebut, 15 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan 19 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Para korban pun dirawat di berbagai rumah sakit yang tersebar di Mojokerto dan Sidoarjo.

4 dari 5 halaman

Urine Sopir Positif Sabu-Sabu

Temuan lain, hasil tes urine pada sopir cadangan yang mengemudikan bus dinyatakan mengandung narkoba sejenis sabu-sabu.

Untuk meyakinkan kandungan zat yang terdapat dalam tubuh sang sopir maut tersebut, polisi pun mengambil sampel darahnya. Sampel itu akan diuji di laboratorium.

"Pengemudi ini menggunakan sejenis sabu. Hari ini kami mengambil darah untuk kita kirim ke Labfor untuk memastikan kandungan apa yang ada pada pengemudi ini. Ini hasil sementara dari tes urine," tambah Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Latif Usman.

5 dari 5 halaman

Tidak Punya SIM

Dalam temuan yang lain, polisi juga menemukan fakta bahwa sopir yang mengemudikan bus saat terjadi kecelakaan ternyata tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM).

Atas temuan itu, polisi pun melakukan pemeriksaan terhadap manajemen perusahaan otomotif yang menaungi bus mini Ardhiansyah. Mereka akan mempertanyakan kebijakan perusahaan sehingga bus mereka bisa dikendarai sopir yang tidak memiliki SIM.

"Sopir ini ternyata, yang nyetir ini, tidak memiliki SIM. Makanya kita akan cari tahu statusnya, apakah dia ini sopir cadangan atau hanya kernet. Perusahaan akan kita tanyai, sejauh mana mereka merekomendasikan dan melepas kendaraan ini kepada sopir ini," tambahnya.

(mdk/yan)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini