Kecelakaan Bus Purnama Sari Akibat Sistem Pengereman Dimodifikasi

PERISTIWA | 22 Januari 2020 15:46 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Kecelakaan bus Purnama Sari yang membawa rombongan dari Depok, Jawa Barat akibat sistem pengereman yang sudah dimodifikasi. Akibatnya sistem pengereman tidak berfungsi. Kecelakaan di Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang pada Sabtu (18/1), tersebut menyebabkan delapan orang meninggal dunia.

"Analisa penyebab kecelakaan karena tidak berfungsinya sistem pengereman dikarenakan adanya modifikasi yang tidak sesuai dengan buatan pabrik yang menyebabkan pengereman tidak maksimal," kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Eddy Djunaedi di Polda Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (22/1).

Menurutnya modifikasi tersebut ditemukan pada katup pengisian empat jalur untuk angin sistem pengereman bus tersebut. Komponen itu seharusnya terbuat dari pipa besi seperti sesuai dengan standar pabrik merek bus tersebut.

Sedangkan yang komponen tersebut menurutnya dimodifikasi dengan menggunakan selang berbahan karet dan tidak dilengkapi alat pengunci yang seharusnya. Katup hanya diikat oleh karet ban dalam.

"Sebagai ganti dari pengunci tersebut pipa diikat oleh karet ban dalam, ini tentunya menyalahi standar, sehingga rem hanya berfungsi pada ban belakang," ungkap Eddy.

Selain itu, berdasarkan olah tempat kejadian perkara dengan menggunakan metode traffic accident analysis (TAA), menurutnya bus itu melaju dengan kecepatan 80 kilometer per jam pada awalnya. Sedangkan pada titik tergulingnya, kecepatan bus sekitar 51,5 kilometer per jam.

"Geografis jalan mayoritas jalan menurun panjang dan banyak tikungan dari arah Bandung menuju Subang," kata dia.

Dengan demikian, pihaknya akan berupaya untuk melakukan tindak lanjut dengan melakukan pencarian terhadap mekanik yang memodifikasi sistem pengereman bus PO Purnama Sari dengan nomor polisi E 7508 W itu.

Peristiwa kecelakaan tunggal bus yang mengantar wisatawan dari Tangkuban Parahu menuju Depok terjadi di jalan menurun Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Sabtu (18/1) sekira pukul 17.35 WIB.

Selain delapan orang yang meninggal, kecelakaan tersebut mengakibatkan 10 orang mengalami luka berat dan 20 orang mengalami luka ringan. (mdk/cob)

Baca juga:
Satu Lagi korban Kecelakaan Bus Purnama Sari Meninggal Dunia
Tekan Kecelakaan, Kemenhub Dorong Pelatihan dan Sertifikasi Sopir Bus
VIDEO: Kemenhub Ungkap Penyebab Kecelakaan Maut Bus di Subang
Kemenhub Akan Usut Pemilik Bus Purnama Sari yang Kecelakaan di Subang
Korban Kecelakaan Bus di Subang Bebas Biaya Pengobatan
Kemenhub: PO Bus Purnama Sari yang Kecelakaan di Subang tak Punya Izin Operasi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.