Kecelakaan pesawat, jenazah Kolonel Pnb Hanafie dimakamkan di Malang

Kecelakaan pesawat, jenazah Kolonel Pnb Hanafie dimakamkan di Malang
PERISTIWA » MALANG | 21 Maret 2018 06:47 Reporter : Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Kolonel Pnb M.J. Hanafie, pilot pesawat latih yang mengalami kecelakaan di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, akan dimakamkan di Malang, Jawa Timur. jenazah akan diterbangkan ke Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh dan sesaat disemayamkan di rumah duka.

"Benar (dimakamkan di Malang), rencana akan dimakamkan di TPU Marga Baka, Abdulrachman Saleh," kata Mayor Sus Hamdi Londong Allo, Kepala Penerangan (Lanud) Abdulrachman Saleh kepada wartawan, Rabu (21/3).

Berdasarkan informasi, jenazah Hanafie akan diterbangkan dari Lanud Halim Perdanakusuma ke Abdulrachman Saleh di Malang sekitar pukul 07.00 WIB.

Jenazah akan disalatkan di masjid di lingkungan Lanud Abdulrachman Saleh sebelum disemayamkan di rumah duka Jalan Dirgantara 2 Blok C4 No. 37 Perumahan Dirgantara Permai Sawojajar, Kota Malang.

Jenazah selanjutnya diberangkatkan dari rumah duka menuju TPU Marga Baka di Kawasan Lanud Abdulrachman Saleh Malang dengan prosesi upacara militer.

Pilot Hanafie meninggal dunia dalam kecelakaan saat mempiloti pesawat latih tipe Decatlon BL-30 dengan nomor registrasi PK-RTZ milik Genesa Flight Academy (GFA) jatuh di Bandara Tunggul Wulung, Cilacap, Selasa (20/3) sekitar pukul 15.15 WIB.

Akibat kejadian tersebut, pesawat jenis akrobatik itu itu juga mengalami rusak berat. Pesawat diduga jatuh setelah melakukan sebuah manuver dan akrobatik di udara dan gagal kembali ke posisi semula hingga akhirnya terjatuh.

Pesawat menabrak pesawat latih yang terparkir di apron dan pintu hangar. Pesawat sendiri tengah terbang latihan untuk persiapan wisuda penerbang Flying Scholl Genesha.

Pilot Hanafie sendiri merupakan salah satu penerbang tempur terbaik yang dimiliki oleh TNI AU. Jabatan terakhirnya adalah Paban II/Sismet Ditdok Kodiklatau di Jakarta. Pria kelahiran Malang, 23 Juli 1969 ini tercatat sebagai lulusan Sekolah Penerbang Ikatan Dinas Pendek (IDP) TNI AU tahun 1991.

Almarhum meninggalkan seorang istri, Florensia Harienda dan tiga orang anak, Savana Nadira Hanasia (19), Savara Umaira Hanasia (16), Muhammad Ryandra Hanasia (8). (mdk/cob)


Pesawat militer AL AS kecelakaan di Mississippi, 16 orang tewas
Ini penyebab pesawat latih TNI AU tergelincir di Lanud Adi Soemarmo
Bandara Adi Soemarmo kembali dibuka pasca-pesawat latih tergelincir
Pesawat tergelincir di Bandara Adi Soemarmo, penerbangan ditutup
Cerita wanita cantik Indonesia tewas kecelakaan pesawat di Australia

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami