Kecewa Pencegahan Dikritik, Pimpinan KPK Klaim Banyak Selamatkan Uang Negara

PERISTIWA | 11 September 2019 17:39 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Langkah pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi era Agus Rahardjo dikritik Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa dan calon pimpinan Nawawi Pomolango. Wakil Ketua KPK Laode M Syarif kecewa KPK dianggap tidak melakukan pencegahan perkara korupsi.

Padahal, menurutnya, banyak uang negara yang berhasil diselamatkan KPK lewat upaya pencegahan ketimbang penindakan.

"Saya juga agak kecewa kalau dianggap KPK itu tidak melakukan pencegahan. Bahkan, menurut saya banyak sekali uang yang diselamatkan KPK itu dari pencegahan dibanding dari penindakan," kata Laode di Kantor KPK, Jakarta Selatan, Rabu (11/9).

Dia mencontohkan, hanya KPK yang bisa mendata lebih dari 10 ribu perusahaan tambang di Indonesia. Dia mengklaim Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak bisa melakukan hal tersebut.

"Dulu bahkan tidak tercatat di ESDM, kita catat 10 ribu lebih dan 6 ribunya tanpa izin," ungkap Syarif.

Sebelumnya, capim KPK Nawawi Pomolango kritisi kinerja lembaga antirasuah era Agus Rahardjo cs. Menurut Nawawi, KPK era Agus hanya mengandalkan penindakan, bukan pencegahan.

"Di situ yang disebut duluan koordinasi, supervisi, monitoring, belakangan baru pencegahan. Jadi KPK bekerja seperti itu. Menindak dulu baru mencegah belakangan. Harusnya pencegahan dulu di depan, penindakan di belakang," ujar Nawawi saat fit and proper test.

Nawawi yang pernah menjadi hakim di Pengadilan Tipikor kemudian menyinggung sebuah kasus yang berawal dari operasi tangkap tangan (OTT). "Saya agak terusik dengan kasus yang saya tangani. Ini sebenarnya tertangkap tangan atau jebakan?," ucap Nawawi.

Nawawi menyebut, OTT yang kerap dilakukan KPK selama ini tidak ada pengaruhnya dengan indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia. Malah, menurut dia, OTT yang kerap dilakukan akan merugikan Indonesia.

"Kalau setiap hari kita dipertontonkan, pejabat kita ditangkap, di luar negeri sana orang juga mikir, tidak ada orang baik lagi di sini. Tiap hari ditangkap dua, tiga pejabat. Bagaimana mereka mau menanamkan modal," kata Nawawi.

Reporter: Yopi Makdori

Baca juga:
Capim KPK Lili Pintauli Jawab Tudingan Mark-up Anggaran LPSK
Agus Rahardjo: Biar Anggota DPR Periode 2019-2024 yang Bahas Revisi UU KPK
Desmond Cecar Capim Lili: Anda Mengada-ada Soal Justice Collaborator di UU KPK
Anggota DPR Klaim Surat Pernyataan Pernah Dibuat Capim KPK Periode 2015-2019
Trimedya Sempat Kaget Lihat Harta Lili Pintauli Rp70 Juta, Ternyata Salah Input

(mdk/ray)