Kedapatan Menjajakan Diri Saat Pandemi, 10 PSK Dibawa ke Panti Sosial di Solo

Kedapatan Menjajakan Diri Saat Pandemi, 10 PSK Dibawa ke Panti Sosial di Solo
10 PSK di Solo. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 4 Maret 2021 05:32 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Jajaran Polresta Surakarta kembali menggelar operasi pekat Selasa (2/3) malam. Setelah Sabtu malam lalu berhasil menangkap 36 pekerja seks komersial (PSK), kali ini 10 orang wanita tuna susila berhasil diamankan.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, 10 PSK ditangkap dari 3 lokasi berbeda di Kecamatan Laweyan. Seluruh PSK yang ditangkap dibawa ke Panti Pelayanan Sosial Wanita Wanodyatama, Jongke, Laweyan Solo.

"Ada 10 orang PSK yang kita amankan. Mereka kita bawa ke Panti Pelayanan Sosial Wanita Wanodyatama dilakukan pembinaan," ujar Ade Safri, Rabu (3/3).

Menurut Ade, para PSK itu akan mengikuti pelbagai pelatihan selama 6 bulan agar mendapatkan keterampilan sebagai modal kerja. Sehingga mereka tidak kembali terjun ke dunia prostitusi.

Ade mengatakan, dalam Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) melalui Program Solo Bebas Pekat menjadi program unggulan tersebut, dimaksudkan untuk mewujudkan Kota Solo terbebas dari penyakit masyarakat.

Ade menerangkan, operasi pekat digelar pukul 22.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Usai ditangkap, 10 PSK itu didata. Dari 10 orang itu, diketahui 9 orang merupakan pendatang dari kota di Jawa Tengah. Sedangkan seorang lainnya merupakan warga Solo.

"Kepolisian juga memproses berkas tindak pidana ringan (tipiring). Kami konsisten dan satu frekuensi bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mewujudkan Solo aman, damai, dan sehat," kata dia.

Akhir pekan lalu, Polresta Surakarta juga menggelar operasi yang sama di wilayah Kestalan dan Gilingan. Dalam operasi yang dihadiri Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka itu, personel gabungan menangkap sebanyak 36 PSK.

Wali Kota Surakarta, menyampaikan dalam razia pekat wilayah di Gilingan dan Kestalan seluruh orang yang ditangkap akan dibina oleh Dinas Sosial. Gibran mengaku selama blusukan, banyak memperoleh keluhan masyakat tentang aktivitas yang meresahkan. (mdk/gil)

Baca juga:
PSK Tewas Setelah Melayani 6 Pria di Hotel Sleman, 1 Pelanggan Jadi Tersangka
Wanita Ini Tewas Usai Layani Tamunya di Hotel
Cerita PSK Layani Pria Hidung Belang, Suaminya Ada di Hotel yang Sama Beda Kamar
Fenomena Mama Muda Jadi PSK Online di Aceh
Miris, ABG di Kabupaten Serang Dijadikan PSK Usai Cari Kerja Lewat Facebook
Pekerja Seks Bolivia Terapkan Protokol Kesehatan Saat Kembali Bekerja

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami