Kedua Kalinya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Pertanyakan Data Satgas Covid-19

Kedua Kalinya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Pertanyakan Data Satgas Covid-19
Ganjar Pranowo lantik kepala daerah terpilih Pilkada 2020. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 26 Februari 2021 18:48 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk kedua kalinya mempertanyakan data Satgas Covid-19. Data yang kali ini dipertanyakan adalah data yang menyebutkan bahwa Kota Solo tertinggi kasus aktifnya.

Jubir Satgas Penanganan covid-19, Wiku Sasmito menyebutkan kasus aktif di Solo mencapai 7.354 kasus. Sementara data yang dikantongi Ganjar, jumlahnya sangat jauh.

Menurut Ganjar, jika menilik angka kumulatif sejak Maret 2020 hingga hari ini, kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Surakarta sebanyak 4.862 kasus.

"Ini jangan-jangan beliau keliru, bahwa 7.354 itu mungkin seluruh Jawa Tengah. Catatan saya yang di Solo itu hanya 278. Jauh banget ini," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Gradhika Bhakti Praja, Jumat (26/2).

Ganjar memaparkan, di Jawa Tengah saat ini terdapat 6.881 kasus aktif. Karena itu Ganjar meyakini jika kasus aktif di Kota Surakarta tidak mungkin mencapai 7.354 kasus.

"Maka sekali lagi, angka 7.354 rasa-rasanya harus dikoreksi. Kenapa? Karena kalau itu nanti disampaikan ceritanya akan beda. Nanti bikin kepanikan baru warga di sana, Solo tertinggi padahal tidak gitu," tegasnya.

Untuk diketahui,Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan ada 10 provinsi di Indonesia yang memiliki kasus aktif Covid-19 tertinggi. Kasus aktif merupakan kasus positif Covid-19 yang tengah menjalani perawatan atau isolasi.

"Adapun 10 kabupaten kota yang memiliki kasus aktif (Covid-19) tertinggi adalah Surakarta atau Solo Kota 7.354," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Kamis (25/2).

Selanjutnya, Kota Depok 7.096 kasus aktif Covid-19, Kota Denpasar 6.210, Jakarta Timur 4.367, Jakarta Selatan 4.238, Bekasi 4.165, Bogor 3.705, Kota Jayapura 3.616, Badung 3.516 dan Kota Bekasi 3.386.

Ganjar berharap, Satgas covid-19 lebih berhati-hati lagi dalam rilis data. Sebab, hal ini sudah terjadi beberapa kali. Ganjar pun mengaku siap membantu untuk mensinkronkan data.

"Mudah-mudahan bisa menjadi koreksi bagi prof Wiku dan temen-temen yang me-launching data kalau lah perlu mengonfirmasi data kepada kami. Kami siap membantu untuk berhati-hati sedikit," tegasnya.

Terlepas dari itu, Ganjar meminta pada warganya untuk memantau perkembangan kasus Covid-19 Jawa Tengah di situs resmi yang dikelola Pemprov Jateng yakni corona.jatengprov.go.id.

"Angka di Jateng Corona itu angka yang kami perbandingkan. Ada angka yang dari pusat, ada angka yang dari kami, dan tinggal diperbandingkan saja. Nanti selisih-selisih itu bisa kita konfirmasi. Karena memang selalu ada data delay. Maka kami selalu mendapatkan kalau versi pusat itu namanya data inject, real nya berapa injectionnya berapa ditambahi dulu data-data yang delay. Bahkan mungkin dengan ini komunikasinya ke publik dijelaskan saja mana data real mana data delay. Kalau kemudian langsung disebut begini rasa-rasanya itu jauh dari benar gitu," jelasnya.

Sebelumnya, Ganjar Pranowo pernah mempertanyakan data Satgas pada Desember 2020 terkait perbedaan data Covid-19. Menurutnya, perbedaan data yang besar antara pusat dan daerah tidak boleh terjadi lagi.

Bahwa data yang dirilis Satgas Covid-19 Pusat pada 29 November yang mengatakan Jateng mengalami penambahan kasus 2.036 adalah keliru.

"Itu datanya salah, data kita hanya 844 kasus, kenapa disampaikan 2036. Saya telpon pak Menkes dan sudah langsung direspon untuk segera diperbaiki. Saya sampaikan juga ke pak Menko Marinvest dan sudah komunikasi langsung dengan Pusdatin Kemenkes serta pak Wiku dari Satgas Covid-19 pusat. Semuanya sepakat, ya memang ada persoalan dalam pengelolaan data. Ini kesempatan kita memperbaiki," kata Ganjar, Selasa (1/12). (mdk/noe)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami