Kegemukan & high heels, penyebab perempuan rentan sakit persendian

PERISTIWA » MALANG | 25 Agustus 2015 04:31 Reporter : Darmadi Sasongko

Merdeka.com - perempuan lebih sering mengalami sakit persendian atau osteoarthritis (OA) dibandingkan kaum laki-laki. Survei menyebutkan angka perbandingannya 3 perempuan penderita nyeri sendi, berbanding 1 laki-laki.

Salah satu penyebabnya karena pengaruh hormonal yang menyebabkan kegemukan bagi perempuan. Bagus Putu Putra Suryana, dokter spesialisasi reumatology mengatakan, saat usia tertentu seorang perempuan akan mengalami kegemukan. Setelah mengandung dan punya anak, karena pengaruh hormonal dipastikan berat badan akan naik.

"Perempuan akan bertambah berat badannya saat hamil karena pengaruh hormonnya. Sehingga beban yang diterima setiap persendian mengalami peningkatan," katanya di Malang, Senin (24/8).

OA sendiri terjadi karena kurangnya cairan sendi atau synovial yaitu asam hialuronat di persendian. Akibatnya sendi terasa nyeri dan kaku yang timbul karena gesekan-gesekan ujung-ujung tulang penyusun sendi. Kondisi tersebut dialami sekitar 70 persen dari populasi usia 60 tahun.

Selain faktor hormonal, nyeri sendi pada perempuan juga disebabkan oleh gaya hidup. Salah satunya penggunaan high heels yang bisa berdampak buruk pada persendian kaki.

Survei yang dilakukan oleh College of Podiatry dengan 2.000 responden mencatat rasa sakit sendi mulai terasa setelah 10 pemakaian high heels. Sementara penelitian di inggris juga mencatat 8 juta wanita mengalami radang persendian akibat memakai high heels.

"High heels membuat tubuh condong ke depan, tulang belakang juga ke depan, sehingga semakin tinggi high heels beban tubuh semakin tinggi," kata Yuddi Suyud, senior general manager medical promotion development Compbiphar.

Beban pergelangan kaki, katanya, akan mengalami pergerakan ke depan menuju ke ujung-ujung jari. High heels dengan ketinggian 1 Inch akan memberi beban berat sekitar 22 persen, ketinggian 2 Inch akan membebani 57 persen dan 3 Inch akan membebani sendi 76 persen.

"Semakin tinggi high heels akan semakin tinggi beban yang diberikan ke persendian kaki," tegasnya.

Perlu diketahui, akibat yang ditimbulkan dari OA adalah fungsi sendi yang terganggu bahkan mengakibatkan kecacatan sendi. Karena oli sendi yang tidak bisa diproduksi secara alamiah bisa berdampak buruk hingga dibutuhkan operasi pergantian sendi.

Langkah preventif yang harus dilakukan adalah dengan menjaga berat badan. Selama ini orang mengira berat badan akan selalu berpengaruh dengan diabetes, tetapi justru yang paling berat berpengaruh pada persendian.

"Karena secara langsung sendi harus menahan berat badan. Sehingga sendi mengalami pergerakan yang terbatas," katanya.

Pencegahan lain yang bisa dilakukan adalah dengan olahraga teratur sesuai dengan kemampuan sendi. Olahraga yang baik dilakukan secara teratur sesuai kemampuan, tidak dengan memforsir.

"Khusus wanita disarankan tidak mengenakan high heels dengan berlebihan," katanya.

Tidak kalah penting adalah sumber makanan dengan mengkonsumsi buah dan sayuran, seperti anggur merah, wortel, blueberry dan bayam. Memperbanyak makanan yang mengandung omega 3, yang bisa diperoleh dari ikan salmon. Makan sumber vitamin D, rempah-rempah, biji-bijian dan minyak zaitun.

"Pantangannya, jangan terlalu banyak gula karena obesitas. Jangan makan makanan olahan yang biasanya disimpan di kaleng. Karena makanan di kaleng diberi garam tinggi. Ingat, garam adalah pencuri mineral dari sendi," katanya.

Jika sudah terlanjur persendian rusak maka yang bisa dilakukan adalah dengan operasi dan penyuntikan oli sendi. Karena secara alamiah oli sendi tidak bisa diproduksi, sehingga harus disuntikkan oli sendi dalam bentuk hyalgan atau hyalone.

"Satu kali suntikan dapat bertahan selama 18 bulan, tentu dengan proses media yang harus dilalui," katanya di Simposium Reumatology and Plain Update 2015 yang digelar oleh Combi Health Forum. Combi Health Forum sendiri merupakan wadah praktisi serta lembaga masyarakat untuk mengedukasi dan memberikan solusi terkait kesehatan salah satunya OA. (mdk/dan)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.