Kehabisan Uang Gara-Gara Terjebak Covid-19, Bule di Bali jadi Gelandangan

Kehabisan Uang Gara-Gara Terjebak Covid-19, Bule di Bali jadi Gelandangan
PERISTIWA | 29 Juli 2020 14:49 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Kepala Satpol PP Badung, Bali I Gusti Agung Ketut Suryanegara menyatakan, bahwa di Bulan Juli 2020 ini, pihaknya telah menangani enam Warga Negara Asing (WNA) yang kehabisan bekal di Bali dan menjadi gelandangan.

"Di Bulan Juli ini saja 6 warga asing. Iya rata-rata kehabisan bekal," kata Suryanegara, saat dihubungi Rabu (29/7).

Ia menerangkan, enam warga asing itu terdiri dari 2 warga Rusia, 1 Amerika Serikat, 1 Rumania, 1 Perancis dan 1 warga Inggris. Ia juga menyebutkan, bahwa enam warga asing itu kasusnya adalah kehabisan bekal selama di Bali.

"Iya, karena tidak selamanya bule itu kaya. Yang pasti semua kehabisan uang, artinya mereka tambah stres karena tidak bisa menghubungi ke tempat asalnya," imbuhya.

Ia juga menyampaikan, para warga asing yang kehabisan bekal itu adalah warga asing yang tertahan di Bali semenjak adanya pandemi Covid-19. Kemudian, saat kehabisan bekal mereka tidak bisa menghubungi konsulatnya. Karena harus ada laporan dulu apa benar kehabisan bekal dan tentunya mereka harus melapor ke pihak imigrasi di Bali. Nantinya baru dikoordinasikan oleh pihak imigrasi ke konsulatnya.

"Yang pastinya masalah begini. Misalnya (bule) kehabisan uang tapi (bule) tidak bisa minta uang ke konsulatnya. Ada laporan dulu dan diperkuat pejabat daerah bahwa bule ini terlunta-lunta. Karena setelah ini, proses di imigrasi dan Imigrasi yang menelpon konsulatnya. Nanti, konsulat yang menanggung biayanya, begitu," jelasnya.

Suryanegara, juga berharap para bule tersebut jika kehabisan bekal setidaknya bisa melaporkan ke pihak imigrasi terdekat. Sehingga, tidak menjadi gelandangan dan terlunta-lunta di Bali. Selain itu, juga mewaspadai agar mereka tidak melakukan tindakan kriminal karena kehabisan bekal selama di Bali.

"Iya, artinya jangan sampai ditangkap dulu baru bisa (ditangani). Iya mereka laporlah ke (imigrasi) terdekat. Artinya, kesannya mereka menggeladang karena bisa mengakibatkan hal-hal yang mengganggu ketentraman," ujarnya.

"Kalau ada masyarakat mengetahui ada WNA terlunta-lunta, tolong dilaporin atau minimal ke petugas desa setempat. Jangan sampai, setelah kelaparan melakukan tindakan kejahatan baru dilaporin," ujar Suryanegara.

1 dari 1 halaman

Bule asal Inggris Tidur di Bale Bengong

inggris tidur di bale bengong

Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Bolton Inggris, bernama Michael Wilkinson (64) diketahui kehabisan bekal dan terlunta-lunta di Bali dan tertidur di Bale Bengong, di Desa Cemagi, Kabupaten Badung, Bali.

"Waktu itu, petugas linmas patroli ada orang tidur di Bale Bengong dan (warga asing). Kemudian, dibawa ke Polsek Mengwi," kata Suryanegara.

Warga asing tersebut, awal diketahui menjadi gelandangan. Setelah, mendapatkan informasi dari warga, bahwa ada bule di pinggir Pantai Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali, sedang kehabisan bekal.

Bule tersebut, diketahui berjalan dari Pantai Jimbaran hingga ke Pantai Munggu. Selanjutnya, petugas melakukan pengecekan dan bule tersebut ditemukan di tertidur di Bale Bengong, di Desa Cemagi, Kabupaten Badung, Bali, pada Selasa (28/7) sekitar pukul 22.00 Wita dan langsung diamankan ke Mapolsek Mengwi.

Selain itu, bule tersebut diketahui selama ini menginap di kawasan Jimbaran, Bali, dan kehabisan bekal. Sehingga, hidupnya terlunta-lunta di Bali dan untuk sehari-hari bule itu meminta-minta sama orang atau warga setempat.

Kemudian, untuk saat ini bule tersebut diamankan di Mapolsek Mengwi, Bali, dan akan diserahkan ke pihak imigrasi agar ditindaklanjuti oleh pihak konsultannya.

"Dia sudah lama di Bali, dan kehabisan bekal. Iya, sama kasusnya minta-minta sama orang. Dia sebelumnya di Jimbaran," ujar Suryanegara.

(mdk/rhm)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami