Kejadian unik di debat pamungkas Ahok-Djarot vs Anies-Sandiaga

Kejadian unik di debat pamungkas Ahok-Djarot vs Anies-Sandiaga
PERISTIWA | 13 April 2017 05:37 Reporter : Angga Yudha Pratomo

Merdeka.com - Debat pamungkas antara Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, usai digelar. Kedua kubu sudah berupaya maksimal memberikan penjelasan terbaik kepada publik.

Dalam debat di Hotel Bidakara, Jakarta, juga banyak kejadian seru dan unik selama debat berlangsung. Tidak selalu hal serius dibahas para kandidat. Di luar panggung debat banyak keseruan.

Pelbagai momen ini menjadi pernak-pernik di tengah panas debat pamungkas. Bukan hanya dilakukan para kandidat. Ada juga berasal dari tim sukses kedua kandidat.

Berikut merdeka.com mencatat beberapa kejadian unik selama debat pamungkas, Kamis (13/4):

1 dari 4 halaman

Sandi peluk nelayan

nelayan rev1Sandiaga sambangi komunitas nelayan. ©2017 Merdeka.com/fikri faqih

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Sandiaga Salahuddin Uno menuruni podium debat saat jeda ketiga debat terbuka Pilkada DKI Jakarta 2017. Dia langsung menyambangi para komunitas nelayan yang hadir pada debat pamungkas.

Sandiaga langsung bersalaman dengan para nelayan yang hadir. Bahkan, dia sempat memeluk erat salah satu nelayan yang hadir.

Saat dikonfirmasi terkait jabatan tangannya itu, Sandiaga mengaku mengenal para warga yang menjadi perwakilan terpilih tersebut. Politisi Partai Gerindra ini pun mengaku kenal dengan warga tersebut.

"Kenal semua, saya sudah 18 bukan mengitari kampung nelayan ini ya jadi ya saya kenal," kata Sandiaga di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (12/4).

Sebelum jeda, komunitas nelayan ini sempat mempertanyakan nasib mereka ke depannya kepada dua pasangan calon. Bahkan, mereka sempat meminta agar nantinya reklamasi tidak dilanjutkan.

Sikap berbeda dilakukan oleh pasangan calon nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama bersama Djarot Saiful Hidayat langsung turun ke belakang panggung. Hal serupa juga dilakukan oleh calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Anies Baswedan.

2 dari 4 halaman

Anies-Sandi bercanda dengan Djarot

bercanda dengan djarot rev1Debat pamungkas Pilkada DKI 2017. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta menggelar debat terbuka terakhir dalam Pilkada DKI Jakarta. Ada pemandangan menarik ketika masa jeda kedua. Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat menyambangi saingannya, Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno.

Berdasarkan pantauan merdeka.com, kedua pasangan calon nampak meninggalkan lokasi debat saat awal jeda kedua. Saat kedua pasangan calon diminta kembali, Djarot langsung berbincang dengan Anies-Sandi.

Dalam pantauan, Djarot nampak santai kala berbincang dengan pesaingnya. Namun, Basuki Tjahaja Purnama tidak turut mendampinginya, dan memilih duduk di bangkunya.

Anies yang tengah berbincang tampak menjabat tangan Djarot. Sayangnya, apa yang mereka bicarakan tidak dapat terdengar.

Bahkan lucunya, Sandiaga sempat hampir mencium tangan Djarot dalam perbincangan, namun politisi PDI Perjuangan itu menarik tangannya.

Hingga akhirnya, moderator Ira Koesno meminta semua pasangan calon kembali ke kursi mereka masing-masing. Segmen ketiga akan segera dimulai dengan membahas soal transportasi massal di Jakarta.

3 dari 4 halaman

Lulung mendadak karena alergi

karena alergi rev1haji lulung. ©2017 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Haji Lulung) terlihat keluar ruang debat Pilgub DKI Putaran kedua lebih cepat. Saat dikonfirmasi, Lulung mengaku sudah ada janji dengan dokter karena dirinya tengah dilanda alergi.

"Aku janjian sama dokter. Lagi alergi," kata Lulung sambil berlalu di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (12/4).

Terkait performa jagoannya yakni Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, Lulung mengaku keduanya unggul di sesi pertanyaan dari warga Jakarta. Tak hanya itu paslon nomor urut 3 itu unggul di berbagai program seperti transportasi, perumahan, dan nelayan.

"Makanya saya bilang soal rumah Anies menang, soal transportasi Anies menang, soal nelayan lebih menang," ujar Lulung.

Tak hanya itu, Lulung juga menambahkan bahwa nelayan di Jakarta juga bagian dari Jakarta dan kehidupannya patut untuk diperhatikan.

"Karena nelayan bagian hidup Anies-Sandi, dan juga harus rata kehidupan nelayan dengan rakyat Jakarta," pungkasnya.

4 dari 4 halaman

Timses Ahok dan Anies lakukan swafoto

dan anies lakukan swafoto rev1Debat pamungkas Pilkada DKI 2017. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Saat jeda iklan, juru bicara tim pemenangan Ahok Djarot Maruarar Sirait tampak menghampiri kursi pendukung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Ara, sapaannya tampak menghampiri Wakil Ketua Partai Gerindra Fadli Zon, Arija Patria dan Politisi PKS Aboe Bakar.

Keempatnya pun tampak akrab dan saling menyapa. Tak lupa mereka pun mengabadikan momen tersebut dengan berfoto bersama. "Pak Fadli jangan galak-galak, kalau tiba-tiba Jokowi-Prabowo gabung dia mesti balik badan juga," kata Ara sambil tertawa di ruang debat, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (12/4).

Pernyataan itu pun disambut gelak tawa keempatnya. Fadli pun mengatakan asalkan Pilgub DKI Jakarta berjalan dengan damai, jujur dan adil.

"Paling penting jalan damai lah pilkada dan jurdil," ucap Fadli sambil tertawa.

Kepada awak media, Ara pun menegaskan bahwa dirinya dan Fadli Zon dan Aboe Bakar bersahabat. "Kita sahabat," kata Ara sambil merangkul Fadli Zon.

  (mdk/ang)

Baca juga:
Debat pakai kemeja biru, ini makna yang mau disampaikan Anies-Sandi
PDIP sebut saat debat Ahok-Djarot tampilkan program yang membumi
Sudah dijelaskan Anies, Ahok belum paham konsep pembiayaan DP Rp 0
Sandiaga ngaku terganggu dengan celetukan dari barisan massa Ahok
Saat Natsir dan DN Aidit berdebat sampai mau lempar kursi
Kena alergi, Haji Lulung tinggalkan ruang debat duluan
Sumarsono puas debat Ahok-Djarot vs Anies-Sandi berjalan damai

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agar Jiwa Tak Terguncang Karena Corona

5