Kejagung Periksa 10 Saksi Terkait Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan

Kejagung Periksa 10 Saksi Terkait Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan
BPJS Ketenagakerjaan. ©bpjsketenagakerjaan.co.id
PERISTIWA | 28 Januari 2021 07:16 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung melakukan pemeriksaan terhadap 10 orang. Mereka diperiksa sebagai saksi terkait dengan perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, pmeriksaan dilakukan untuk mengumpulkan alat bukti terkait kasus tersebut.

"Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan," kata Eben dalam keterangannya, Kamis (28/1).

Mereka yang diperiksa sebagai saksi dalam perkara tersebut yakni YM sebagai Direktur Pemasaran PT Batavia Prosperindo Aset Management, ABY selaku Direktur Utama Samuel Asset Management, IAP sebagai Staf pada Deputi Direktur Bidang Keuangan, AR selaku Penata Senior Analisis Pasar Uang dan Reksadana pada BPJS TK, ISI selaku Direktur PT Samuel Aset Manajemen.

FRH selaku Direktur Utama PT Syailendra Capital, REP selaku Asisten Deputi Wilayah Bidang Pengawasan Pemeriksaan dan Manajemen Risiko Kantor Wil DKI, PI selaku Deputi Direktur Bidang Pasar Modal BPJS TK, NS selaku Pegawai BP Jamsostek serta MK sebagai Direktur BNP Paribas Asset Management.

Pemeriksaan saksi yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung tetap memerhatikan protokol kesehatan.

"Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19, antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara saksi diperiksa dengan Penyidik yang telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap," jelasnya.

"Serta bagi saksi wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan," pungkasnya. (mdk/ray)

Baca juga:
DPR: Integritas dan Rekam Jejak Harus Jadi Syarat Utama Dewan Pengawas BPJS
Dalami Korupsi BPJS Ketenagakerjaan, Kejagung Periksa 9 Saksi
Rapat Bareng Jaksa Agung, DPR akan Tanya Kasus Dugaan Korupsi BPJS dan Asabri
Dugaan Korupsi, Kejagung Periksa Deputi Direktur Penyertaan BPJS Ketenagakerjaan
Dalami Korupsi BPJS Ketenagakerjaan, Kejagung Periksa 8 Saksi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami