Kejagung Periksa 17 Saksi untuk Lengkapi Berkas Perkara 3 Eks Pejabat Jiwasraya

Kejagung Periksa 17 Saksi untuk Lengkapi Berkas Perkara 3 Eks Pejabat Jiwasraya
PERISTIWA | 30 Maret 2020 22:10 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung memeriksa 17 saksi terkait dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya.

Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum, Hari Setiyono pemeriksaan ini untuk merampungkan berkas perkara dari tiga mantan pejabat Jiwasraya yakni eks Direktur Utama Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan Hary Prasetyo, dan eks pejabat perusahaan Syahmirwan.

"Berkas perkara ketiga tersangka sudah dilimpahkan ke Penuntut Umum untuk tahap pertama pada tanggal 11 Maret 2020, namun setelah diteliti ketiga berkas dinyatakan belum lengkap (P.18) pada tanggal 17 Maret 2020 dan kemudian disusul dengan petunjuk Penuntut Umum dalam P-19 pada tanggal 21 Maret 2020," kata dia, Senin (30/3).

Hari menjelaskan, sebagian besar adalah saksi yang sudah pernah diperiksa sebelumnya. Tapi, ada beberapa saksi baru yang diperiksa dalam rangka untuk memenuhi petunjuk Penuntut Umum.

"Keterangan para saksi juga digunakan untuk pembuktian berkas perkara atas nama Tersangka BT, HH dan JHT," ucap dia.

Perkembangan kasus dugaan korupsi di Jiwasraya saat ini masih terus berlanjut. Berdasarkan laporan Kejagung, kerugian negara akibat Jiwasraya telah bertambah dari Rp 13,7 triliun menjadi Rp 17 triliun. Sementara tital aset yang disita mencapai angka Rp 11 triliun.

Kejaksaan Agung juga telah menetapkan satu tersangka baru yakni Direktur PT Maxima Integra Group Joko Hartono Tirto. Ditetapkannya Joko sebagai tersangka turut menambah panjang daftar tersangka kasus Jiwasraya.

Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan lima orang tersangka terkait kasus Jiwasraya ini. Mereka adalah Presiden Komisaris Trada Alam Mineral Heru Hidayat, Direktur Utama Hanson International Benny Tjokrosaputro, serta tiga mantan pejabat Jiwasraya yakni eks Direktur Utama Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan Hary Prasetyo, dan eks pejabat perusahaan Syahmirwan.

Reporter: Ady Anugrahadi (mdk/gil)

Baca juga:
Pembayaran Klaim Nasabah Jiwasraya Diminta Tetap Jalan Meski Ada Virus Corona
Nasib Kasus Jiwasraya di Tengah Wabah Corona
PKS Minta Duit Bailout Rp15 Triliun Jiwasraya Dialihkan Untuk Lawan Corona
KPK Periksa Komisaris PT Hanson International Tbk Terkait Kasus Jiwasraya
Kejaksaan Agung Periksa Tujuh Orang Pemilik SID Terkait Kasus Jiwasraya
Gali Keterangan Tambahan, Kejagung Kembali Periksa Dua Eks Direktur Jiwasraya

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agama Sejatinya Tidak Menyulitkan Umatnya - MERDEKA BICARA with Menteri Agama Fachrul Razi

5