Kejagung Periksa OJK, Usut Jual Beli Jiwasraya di Lantai Bursa

Kejagung Periksa OJK, Usut Jual Beli Jiwasraya di Lantai Bursa
Konpers Jiwasraya di Kejagung. ©2020 Humas BPK
PERISTIWA | 24 November 2020 20:46 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) RI kembali memeriksa tiga orang saksi terkait perkara Tindak Pidana Korupsi Dalam Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang dilakukan untuk tersangka korporasi dan tersangka pribadi Pieter Rasiman.

"Hari ini Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, kembali melakukan pemeriksaan empat saksi terkait Perkara Tindak Pidana Korupsi Dalam Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya untuk Tersangka Korporasi dan Tersangka Pribadi dalam hal ini Pieter Rasiman," ujar Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI Hari Setiyono dalam keterangannya, Selasa (24/11).

Menurutnya, keterangan keempat saksi tersebut dianggap perlu untuk mengungkap sejauh mana peran para saksi dalam menjalankan perusahaannya. Serta kaitannya dengan jual beli saham dari pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya yang terjadi di Bursa Efek Indonesia.

"Keempat saksi pertama, saksi ahli untuk tersangka Korporasi PT. MNC Asset management yaitu Indra Safitri (Ahli a de charge dari Tersangka PT. MNC Aset Management)," sebutnya.

Kemudian untuk saksi atas nama pribadi Piter Rasiman yaitu, Dirut PT. Quick Chicken Indonesia, Anny Janti Garot, Kabag Pengelolaan Investasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Indri Puspita Sari, dan Febie Laymanto Karyawan PT Himalaya Energi Perkasa yang merupakan perusahaan milik Pieter Rasiman.

Hari melanjutkan terkait pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19, antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara saksi dengan Penyidik yang sudah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

"Lengkap serta bagi para saksi wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan," terangnya.

Pieter Rasiman Ditetapkan Jadi Tersangka

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menetapkan Direktur Utama PT Himalaya Energi Perkasa, Piter Rasiman (PR) sebagai tersangka. Penetapan tersangka ini terkait dengan dugaan kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (AJS).

"Pada hari ini ditetapkan lagi 1 orang tersangka atas nama PR, yang bersangkutan adalah Direktur Utama PT Himalaya Energi Perkasa," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Hari Setiyono di Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (12/10).

Ia menjelaskan, penetapan tersangka kepada PR tersebut karena ada kaitannya atau hubungan secara bersama-sama melakukan korupsi dengan para terdakwa yang sudah menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

"Jadi, tersangka ini diduga melakukan kerjasama dengan terdakwa antara lain Joko Hartono Tirto. Dugaan keterlibatannya adalah tersangka ini membuat perusahaan untuk digunakan pengaturan investasi yang dilakukan oleh para terdakwa dengan menggunakan uang yang berasal dari PT Asuransi Jiwasraya," jelasnya.

Atas dasar itulah, penyidik menetapkan PR sebagai tersangka atas kasus yang kini melibatkannya.

"Tersangka disangka melakukan tindak pidana korupsi Pasal sangkaan ke 1 primer Pasal 2 ayat 1 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor subsider Pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP," sebutnya.

"Terhadap tersangka juga disangkakan tentang pencucian uang dengan dakwaan atau sangkaan Pasal 3 UU nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan TPPU Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP atau kedua Pasal 4 UU nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan TPPU Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP," sambungnya.

Dengan ditetapkannya PR sebagai tersangka, maka penyidik langsung melakukan penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

"Terhadap tersangka pada hari ini juga akan dilakukan upaya paksa berupa penahanan dengan jenis penahanan rutan, terhitung mulai hari ini Senin, 12 Oktober 2020 dan akan ditempatkan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan," tutupnya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Kasus Korupsi Jiwasraya, Direktur Pengelolaan Investasi OJK Diperiksa Kejagung
Deretan Transformasi Dilakukan Jiwasraya dalam Program Penyelamatan Polis
Restrukturisasi Jiwasraya Dinilai Bisa Tekan Kerugian Pemegang Polis & Pemerintah
Kasus Jiwasraya, Ombudsman Minta Kejaksaan Pisahkan sub-Rekening Efek Nasabah
Manajemen Jiwasraya Beberkan Langkah Persiapan Program Penyelamatan Polis
4 Saksi Diperiksa Kejagung Terkait Korupsi Jiwasraya

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami