Kejagung Tolak Pelamar LGBT: Kita Ingin yang Normal Saja

PERISTIWA | 21 November 2019 22:22 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kejaksaan Agung tengah menjaring Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang ingin berkarier menjadi penegak hukum. Dikutip dari laman rekrutmen.kejaksaan.go.id, tertulis pelamar tidak buta warna, baik parsial maupun total; tidak cacat fisik; dan tidak cacat mental, termasuk kelainan orientasi seks dan kelainan perilaku (transgender) atau LGBT.

Menanggapi hal itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Mukri menyatakan, pihaknya tidak ingin berurusan dengan pelamar LGBT.

"Artinya kita kan pengen yang normal-normal lah, wajar-wajar saja," tutur Mukri di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2019).

Menurut Mukri, LGBT adalah fenomena yang masih menjadi polemik dalam bermasyarakat. Untuk itu, Kejaksaan RI memilih membatasi dari fenomena yang dinilai kontroversial tersebut.

"Kita tidak mau yang aneh-aneh, supaya mengarahkan, supaya tidak ada yang ya gitu lah," jelas dia.

Mukri tidak mau ambil pusing dengan kritikan LSM. Meski dianggap melakukan praktik diskriminatif terhadap warga negara.

"Saya no comment lah untuk itu ya," Mukri menandaskan.

Baca juga:
VIDEO: Bertemu Jaksa Agung, Mahfud MD Pastikan Pembubaran TP4
Bertemu Jaksa Agung, Menko Polhukam Pastikan TP4 Dibubarkan
Ombudsman Sebut Kejaksaan dan Polri Bisa Contoh KPK dalam Pengendalian Gratifikasi
Bela Jemaah, Jaksa Agung Harus Ajukan PK agar Aset First Travel Tak Diambil Negara
Kementerian BUMN Bawa Kasus Jiwasraya ke Kejaksaan Agung
Jaksa Agung Tegaskan Aset First Travel Seharusnya Dikembalikan ke Korban

(mdk/ded)