Kejaksaan Cabut Banding Vonis Eks Dirut Garuda Soal Penyelundupan Harley dan Brompton

Kejaksaan Cabut Banding Vonis Eks Dirut Garuda Soal Penyelundupan Harley dan Brompton
Sidang Penyelundupan Harley Davidson dan Brompton. ©2021 Merdeka.com/Kirom
NEWS | 21 September 2021 21:00 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Kejaksaan Negeri Kota Tangerang mencabut akta banding ke Pengadilan Tinggi Banten, terhadap perkara pidana khusus kepabeanan dengan terdakwa I Gusti Ngurah Askhara alias Ari Askhara.

Kejaksaan Negeri Kota Tangerang sebelumnya mengajukan banding atas putusan Pengadilan Negeri Tangerang, yang memvonis Ari Askhara mantan Direktur Utama dan Iwan Joeniarto, mantan Direktur Teknik PT Garuda Indonesia dengan putusan penjara satu tahun percobaan 20 bulan dan denda Rp300 juta.

Kepala Seksie Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kota Tangerang, Sobrani Binzar mengatakan, pencabutan atau pembatalan gugatan banding tersebut karena putusan Pengadilan Negeri Tangerang yang memvonis bekas kedua bos Garuda Indonesia itu telah sesuai dengan perbuatan kedua terpidana.

"Di dalam pertimbangan putusan majelis hakim tersebut kami berpendapat bahwa pertimbangan tersebut telah memenuhi rasa keadilan," kata Sobrani dalam rekaman suara diterima merdeka.com, Selasa (21/9).

Sebab lanjut Sobrani, Ari Askhara selaku terpidana atas kasus penyelundupan dengan Undang-undang kepabeanan itu telah menunaikan kewajiban kerugian negara atas perbuatan pidana kepabeanan yang dilakukan.

"Di mana terhadap terdakwa IGN telah dieksekusi, telah membayar denda Rp300 juta telah disetorkan ke kas negara pada 14 September 2021. Dan terdakwa juga telah dicopot dari jabatannya Dirut PT Garuda Indonesia. Dia juga dihukum selama 1 tahun dengan masa percobaan hukum 20 bulan," ucap dia.

"Sehingga memang tujuan hukum ini adalah mengenai adanya pencegahan tindak pidana dengan menegakan norma hukum dan pengayoman masyarakat. Intinya memang telah memenuhi syarat dan rasa keadilan, karena sanksi itu tidak hanya kepidanaan tapi juga sanksi sosial, jabatan yang dicopot," ujar dia.

Selain itu, Sobrani yang terkesan membela terpidana IGN, menganggap bahwa perbuatan pidana kepabeanan yang dilakukan IGN adalah demi keuntungan pribadi.

"Jadi memang dari terjemahan majelis hakim itu terdakwa melakukan hal ini sekali, bukan secata terus-menerus untuk mendapatkan keuntungan. Tapi dia beli (selundupan onderdil Harley Davidson) ini hanya satu kali, untuk dipergunakan sendiri, untuk pribadi," tegas Sobrani. (mdk/gil)

Baca juga:
Lelang Harley & Brompton Selundupan Eks Bos Garuda Masih Tunggu Putusan Pengadilan
Divonis 1 Tahun Penjara, Eks Dirut Garuda Ari Akshara Pikir-Pikir Ajukan Banding
Kasus Penyelundupan Harley Davidson, Eks Dirut Garuda Divonis Satu Tahun Penjara
Sidang Putusan Kasus Harley Davidson dan Brompton Eks Bos Garuda Digelar Senin Besok
Kasus Penyelundupan Harley-Davidson, Eks Dirut Garuda Dituntut 1 Tahun Penjara
Tim Bea dan Cukai Diajak Damai saat Tindak Penyelundupan yang Dilakukan Bos Garuda

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami