Kejaksaan Tahan 4 Tersangka Kredit Fiktif Bank Riau Kepri

PERISTIWA | 13 Mei 2019 12:55 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Kejaksaan Tinggi Riau menahan empat tersangka kredit fiktif Bank Riau-Kepulauan Riau Cabang Pembantu Dalu-Dalu, Kabupaten Rokan Hulu senilai Rp 32 miliar. Bank Riau Kepri tercatat berulang kali terindikasi terjadi dugaan korupsi hingga miliaran rupiah. Tidak sedikit pejabatnya yang telah masuk penjara.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan mengatakan keempat tersangka ditahan di Rumah Tahanan Kelas IIB Pekanbaru selama 20 hari ke depan.

Empat tersangka itu adalah Ardinol Amir, mantan Kepala Bank Riau-Kepulauan Riau (BRK) Capem Dalu-Dalu, dan tiga mantan pegawainya Zaiful Yusri, Syafrizal serta Heri Aulia. Ketiganya menjabat sebagai analis kredit.

"Berkas perkara untuk empat tersangka yaitu inisial AA, ZY, S dan HA telah P21 pada 3 Mei 2019 kemarin," jelas Muspidauan, Senin (13/5).

Sementara itu, berkas seorang tersangka lainnya, Muhammad Dhuha, telah dikembalikan lagi oleh Jaksa Peneliti ke pihak penyidik. Pengembalian itu terkait dengan kondisi M Dhuha yang saat ini mengalami gangguan jiwa berat.

"Berkas perkara yang sakit (M Dhuha), itu P-18 atau dikembalikan ke penyidik. P-19 (petunjuk dari Jaksa Peneliti) menyusul," terang Muspidauan.

Khusus untuk empat tersangka yang ditahan tersebut, jaksa tengah menyusun jadwal pelimpahan penanganan perkara untuk empat tersangka ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Yang P21, akan ditindaklanjuti dengan tahap II. Pelimpahan penanganan perkara ke JPU itu diupayakan secepat mungkin," pungkas Muspidauan.

Dalam perkara ini, sejumlah saksi telah menjalani pemeriksaan. Di antaranya adalah Kepala BRK Cabang Pasir Pengaraian, Rokan Hulu, Yudi Asdam. Dia diperiksa terkait tugasnya dalam kapasitasnya sebagai pengawas.

Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan terhadap Kepala BRK Capem Dalu-Dalu saat ini, Dadang Wahyudi, Pimpinan Seksi (Pimsi) di bank itu, serta empat orang analis kredit. Lalu dua orang analis kredit. Sementara dari pihak debitur, sebagian besar sudah menjalani pemeriksaan.

Kemudian penyidik turut memeriksa Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Rohul, Syaiful Bahri serta lima kepala desa (Kades) yang ada di Rohul. Masing-masing adalah Kades Rambah Muda, Rian Deni Setiawan, Kades Pasir Intan Sudarman Susilo, Kades Rambah Jaya Gumono, Kades Rambah Hilir Tengah Sereger, dan Kades Rambah Hilir Romi Juliandra.

Dugaan kredit fiktif itu terjadi dalam rentang waktu 2010 hingga 2014. Kredit berupa kredit umum perorangan itu dicairkan sekitar Rp 43 miliar kepada 110 orang debitur. Mayoritas para debitur itu hanya dipakai nama dengan meminjam Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

Sejumlah debitur ada yang dijanjikan plasma atau pola kerja sama dalam pembentukan kebun kelapa sawit. Hal itu dilakukan karena ada hubungan baik antara debitur dengan Pimpinan BRK Cabang Dalu-Dalu saat itu.

Namun para debitur tidak menerima pencairan kredit. Mereka hanya menerima sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu karena telah meminjamkan KTP dan KK guna pencairan kredit. Kuat dugaan ada pihak dari BRK yang menggunakan nama para debitur untuk pengajuan kredit.

Belakangan diketahui kredit itu macet. Saat pihak bank melakukan penagihan, baru diketahui bahwa sebagian besar debitur tidak pernah mengajukan dan menerima pencairan kredit.

Baca juga:
5 Bulan DPO, Debitur Nakal BRI Ditangkap Jaksa di Subang
Manipulasi Debit, Karyawan Alfamart di Bekasi Tilap Uang Penjualan Rp 177 Juta
Warga Asal Gombong Gadai Mobil Tetangga Demi Dugem di Diskotek
Ditahan Terkait Penipuan, Sudikerta Berencana Tempuh Jalur Kekeluargaan dengan Korban
Terlilit Utang, Warga Kebumen Ini Gadaikan 5 Motor Milik Tetangga
Seorang Mantan Karyawan Gelapkan Uang Koperasi untuk Bayar Utang dan Cicilan

(mdk/cob)