Kejari Jember Tetapkan Pengusaha Muda Tersangka Korupsi Revitalisasi Pasar

PERISTIWA | 23 Januari 2020 21:08 Reporter : Muhammad Permana

Merdeka.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember kembali menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi Proyek Pasar Manggisan. Seorang pengusaha muda bernama M. Fariz Nurhidayat ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi proyek senilai lebih dari Rp7,8 miliar itu.

Fariz menjadi tersangka kedua, setelah sehari sebelumnya, yakni Rabu (22/01) kemarin, Kejaksaan menetapkan mantan Kepala Disperindag Jember Anas Ma'ruf sebagai tersangka. Seperti halnya Anas kemarin, Fariz ditahan begitu statusnya dinaikkan menjadi tersangka.

"Kita telah tetapkan lagi satu tersangka untuk kasus Pasar Manggisan, atas nama F. Kita akan tahan selama 20 hari ke depan, untuk kepentingan penyidikan," ujar Kasi Intel Kejari Jember Agus Budiarto kepada wartawan usai menahan tersangka Fariz.

Saat memberikan keterangan tersebut, Agus didampingi oleh Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Setyo Adhi Wicaksono yang memimpin penyidikan kasus ini.

Agus menjelaskan, pemeriksaan hari ini merupakan kali kedua yang dijalani Fariz, dalam status sebagai saksi. Pada pemeriksaan kedua hari ini, pria kelahiran Oktober 1990 ini berada di dalam ruang pemeriksaan Kejari Jember, sejak pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 16.30 WIB. Begitu menjadi tersangka, Fariz langsung mengenakan rompi tahanan Kejaksaan berwarna merah muda.

Dua tersangka yang ditetapkan dalam waktu dua hari berturut-turut ini, berasal dari latar belakang yang berbeda. Anas Ma'ruf merupakan ASN yang menjabat sebagai Kepala Disperindag Jember sejak proyek ini bergulir tahun 2019 lalu. Per 3 Januari 2020 lalu, Anas dimutasi menjadi Kepala Dinas Pariwisata Jember. Adapun Fariz merupakan pengusaha konstruksi yang dalam proyek ini berperan sebagai konsultan perencana.

"Sebagai konsultan dalam proyek Pasar manggisan," tutur Agus.

Sebagaimana Anas Ma'ruf, Fariz juga dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Yakni dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara serta denda Rp200 Juta dan maksimal Rp1 miliar.

"Ada kesesuaian antara (keterangan) tersangka AM dan F ini," ujar Kasi Pidsus Kejari Jember, Setyo Adhi Wicaksono.

Penetapan dua tersangka dalam waktu dua hari ini, seolah menjadi gebrakan sejak adanya pergantian kepemimpinan di tubuh Kejaksaan Negeri Jember. Kasus ini mulai menggelinding saat Kejaksaan menyegel Proyek Pasar Manggisan pada 17 Juni 2019 silam. Penyegelan sebagai tanda dimulainya penyelidikan, karena proyek ini mangkrak akibat diduga terjadi markup.

Namun hingga berganti tahun, kasus ini belum juga mengalami perkembangan signifikan hingga akhirnya Kejari Jember menetapkan tersangka pertama pada Rabu (22/01) kemarin.

"Sesuai janji saya waktu awal saya dilantik, bahwa saya akan buat gebrakan. Karena kita ingin membangun public trust di masyarakat," ujar mantan Kasi Intel Kejari Tangerang Selatan ini.

Saat awal kasus ini bergulir, jabatan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jember dipegang oleh Ponco Hartano dan jabatan Kasi Pidsus dipegang oleh Herdian Rahardi. Pada Juli 2019, Ponco dimutasi sebagai Asintel Kejati Jawa Tengah dan digantikan oleh Prima Idwan Mariza. Adapun jabatan Kasi Pidsus berganti dari Herdian ke Setyo Adhi Wicaksono pada akhir November 2019.

Seperti halnya Setyo, dalam beberapa kali kesempatan, Kajari Jember Prima Idwan Mariza berjanji akan menuntaskan beberapa tunggakan perkara. "Saya tidak ingin ada kasus yang ulang tahun (penanganannya lewat dari satu tahun)," ujar Prima saat penyampaian kinerja akhir tahun Kejari Jember pada akhir Desember 2019 lalu.

Revitalisasi atau perbaikan Pasar Manggisan merupakan bagian dari revitalisasi 12 pasar tradisional yang dicanangkan Pemkab Jember. Proyek ini diklaim Pemkab sebagai bagian dari realisasi 22 janji kampanye bupati Faida saat Pilkada 2015 lalu. (mdk/cob)

Baca juga:
TII: Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2019 Naik Jadi 40
KPK Periksa Bupati Sidoarjo Terkait Kasus Suap Infrastruktur
KPK Periksa Fahd El Fouz Terkait Korupsi di Kemenag
Eks Kadisperindag Jember Jadi Tersangka Korupsi Revitalisasi Pasar
Ekspresi Bupati Lampung Utara Nonaktif Usai Diperiksa KPK

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.