Kejari Persilakan Polri Kembangkan Kasus Eks Dirut Transjakarta

Kejari Persilakan Polri Kembangkan Kasus Eks Dirut Transjakarta
PERISTIWA | 7 September 2020 21:14 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat Riono Budisantoso menyerahkan kepada Polri untuk mengembangkan kasus penipuan yang menjerat mantan Direktur Utama Transjakarta Donny Andy Sarmedi Saragih jika ditemukan bukti keterlibatan pihak lain.

"Silakan aparat polisi untuk mengembangkan kasusnya. Sebetulnya untuk mengembangkan kasusnya juga enggak perlu inkracht atau menjalani pidana," kata Riono dikonfirmasi, Senin (7/9).

Riono menyebut kasus tersebut telah menjerat dua orang sebagai terpidana, yakni Donny Andi dan Porman Tambunan selaku Corporate Sekretaris PT Lorena Transport. Porman sendiri telah dieksekusi sejak Januari 2020 lalu.

Menurut Riono, Polri memiliki kewenangan apabila ingin mengembangkan kasus tersebut. Ia mengatakan jaksa hanya menunggu perkembangan proses hukum dari Polri.

"Kalau memang sepanjang ada bukti ya silakan untuk dikembangkan, itu kan memang kewenangannya kepolisian," ujarnya.

Sementara itu, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta langsung mengeksekusi mantan Direktur Utama TransJakarta Donny Andy Sarmedi Saragih ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Salemba, usai ditangkap, Jumat 4 September 2020. Hal tersebut dijelaskan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Nirwan Nawawi.

"Saat diamankan langsung dieksekusi ke Lapas Klas I Salemba Jakarta Pusat," kata Nirwan dikonfirmasi terpisah.

Sebelumnya, Pelarian eks Dirut Transjakarta, Donny Saragih, berakhir. Dia ditangkap tim gabungan Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, dan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat pada Jumat 4 September 2020 malam.

Dia ditangkap sekitar pukul 23.00 WIB di Apartemen Mediterania Jakarta Utara.

Kasipenkum Kejati DKI Jakarta Nirwan Nawawi menuturkan, Donny ditangkap saat akan berobat ke sebuah rumah sakit di kawasan Jakarta Selatan. Berdasarkan pelacakan penyidik, Donny akan berobat sekitar pukul 17.00 WIB.

"Sekitar pukul 21.00 WIB tim gabungan bergerak menuju Apartemen Mediterania, Jakarta Utara yang diduga menjadi tempat tinggal terpidana," tutur Nirwan saat dikonfirmasi, Jakarta, Sabtu (5/9/2020).

Donny Saragih lari saat Mahkamah Agung menolak kasasinya dan seorang terpidana lainnya dalam kasus yang sama, Porman Tambunan atau Andi.

Putusan tertanggal 12 Februari 2019 itu menjatuhkan pidana penjara masing-masing dua tahun kepada keduanya.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Hari Setiyono mengatakan, usai putusan itu, tim kejaksaan langsung berusaha mengeksekusi Donny Saragih.

"Namun, saat dieksekusi, yang bersangkutan tidak ada di tempat dan langsung ditetapkan sebagai buron," ujar Hari kepada Liputan6.com, Jakarta, Sabtu (5/9).

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com (mdk/eko)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami