Kejari Sita Aset Mantan Kadis KKP Pasangkayu, Koruptor Rugikan Negara hingga Rp7,6 M

Kejari Sita Aset Mantan Kadis KKP Pasangkayu, Koruptor Rugikan Negara hingga Rp7,6 M
Ilustrasi Korupsi. ©2015 Merdeka.com
PERISTIWA | 26 November 2020 13:04 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasangkayu, Sulawesi Barat menyita aset milik mantan Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP) Pasangkayu, Abbas. Abbas sendiri merupakan tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi sewa alat ekskavator.

Kajari Pasangkayu Imam MS Sidabutar mengatakan aset tersangka Abbas yang disita di Dusun Missulu dan Dusun Peburo, Desa Ako, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.

"Penyitaan aset tersangka kepentingan penyidikan dan pembuktian di persidangan," kata Imam dalam keterangannya, Kamis (26/11).

Imam menambahkan, lahan yang disita terdapat di empat titik bersertifikat hak milik (SHM) atas nama Abbas dengan luas 3,4 hektar yaitu satu bidang tanah seluas 4.156 meter persegi, satu bidang tanah dengan luas 468 meter persegi, satu bidang tanah dengan luas 18.840 meter persegi, dan satu bidang tanah dengan luas 11.180 meter persegi.

"Kami telah memasang baliho penyitaan dan garis kejaksaan line di area itu, sebagai tanda bahwa lokasi tersebut dalam penyitaan Kejari Pasangkayu," katanya.

Saat proses penyitaan, lanjut Imam, turut disaksikan Badan Pertanahan Nasional/Agraria dan Tata Ruang (BPN/ATR) Kabupaten Pasangkayu serta Sekretaris Desa setempat.

"Tujuannya untuk memperlancar pengukuran penyitaan lahan," sambungnya.

Kemudian, Kejari Pasangkayu juga menyita aset milik satu orang tersangka dengan kasus sewa ekskavator di BTN Desa Boya Baliase, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulteng, blok B nomor 13.

Menurut dia, penyitaan dilakukan terkait kasus dugaan korupsi atas penyalahgunaan sewa ekskavator di DLH Pasangkayu tahun 2017 – 2018 dengan kerugian negara senilai Rp 7,6 miliar berdasarkan hasil PKKN dari BPKP Provinsi Sulawesi Barat.

"Aset yang disita berupa bangunan seluas 36 meter persegi dan tanahnya seluas 104 meter persegi dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama Saddam," tuturnya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Blak-blakan Pimpinan KPK, Ada Cakada Niat Balik Modal di Tahun Terakhir Kepemimpinan
Edhy Prabowo, Menteri Ketiga Era Jokowi Terjerat KPK
KPK Tunjukkan Barang Bukti Penahanan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo
Indonesia Masuk Negara Nomor 3 Paling Korup di Asia Tahun Ini
Koruptor Redo Setiawan, Buronan ke-116 Kejaksaan Ditangkap di Bogor

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami