Kejati Jateng Salurkan 5.000 Paket Sembako untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

Kejati Jateng Salurkan 5.000 Paket Sembako untuk Masyarakat Terdampak Covid-19
PERISTIWA | 15 Juli 2020 11:52 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng) membagikan sekitar 5.000 paket sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Kepala Kejati Jateng, Priyanto di lapangan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo, Rabu (15/7).

Menurut Priyanto, bantuan sembako dalam rangka Hari Bhakti Adyaksa ke-60 dan HUT Dharmakarini ke-20 itu dimaksudkan untuk meringankan beban masyarakat karena dampak mewabahnya pandemi virus Corona. Di Kota Solo, dibagikan sekitar 1.000 paket untuk masyarakat di Kelurahan Banyuanyar dan sekitarnya. Pembagian juga dilakukan di masing-masing Kejari di Jawa Tengah.

"Untuk lingkungan Kejati Jateng saja kita memberikan 5.000 paket. Bukan berapa harganya atau berapa jumlahnya. Tapi paling tidak, makna dari pemberian itu bahwa Kejaksaan merasakan juga akibat pandemi yang dirasakan rakyat," ujar Priyanto dalam sambutannya.

Ia meminta masyarakat tetap bersemangat menghadapi bencana ini secara bersama-sama. Ia mengimbau, masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan di kehidupan new normal saat ini. Dengan adanya wabah tersebut ada banyak hikmah yang bisa dipetik.

"Maknanya banyak sekali, kita diajari untuk hidup teratur dan bersih. Bagaimana kita mengelola wabah corona itu agar kita tidak terjangkit itu. Kita naikkan imunnya agar corona hilang dengan sendirinya," katanya.

Priyanto menyampaikan, penyaluran bantuan sosial tersebut juga dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, dipimpin Jaksa Agung Burhanudin yang disiarkan secara virtual. Untuk pengadaan ribuan sembako tersebut, Priyanto menyebut, dilakukan dengan cara iuran.

"Mari kita secara bersama-sama, bersatu padu untuk membagi kesedihan akibat Covid ini. Tapi jangan khawatir, dengan adanya wabah ini, Allah SWT, akan memberikan yang terbaik buat kita," katanya.

Selain bantuan paket sembako, lanjut Kajati, pihaknya juga melakukan bedah rumah. Program bedah rumah dilakukan di kabupaten Cilacap sebanyak 5 titik dan Grobogan 1 titik. Sumber biaya bedah rumah tersebut, dikatakan Kajati, berasal dari dana CSR (Corporate Social Responsibility). (mdk/cob)

Baca juga:
Polri Catat Ada 55 Kasus Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Bansos di 12 Polda
Wapres Ma'ruf Amin: Pemerintah Perluas Penyaluran Bansos Hingga Desember
Survei Alvara: Masyarakat Lebih Ingin Bansos Tunai Dibanding Sembako
1.000 Rumah Warga Miskin di Mukomuko Bengkulu Dipasang Stiker
Pemkab Batang Benahi Penyaluran Bansos Dampak Covid-19
Bersihkan Data, Pemkot Yogyakarta Prediksi Penerima Bansos Covid-19 Turun 17 Persen

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami