Kejati Sulteng Tahan Tiga Tersangka Kasus Korupsi Alkes Kabupaten Poso

PERISTIWA | 17 Oktober 2019 07:03 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah menahan tiga orang tersangka dugaan kasus tindak pidana korupsi proyek pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Poso dan RSUD Kabupaten Poso Tahun Anggaran 2013. Ketiga tersangka berinisial NMS, S dan AAM. Mereka ditangkap Selasa (15/10).

"NMS sebagai Pejabat Pembuat Pembuat Komitmen di Dinas Kesehatan Kabupaten Poso, S sebagai Pejabat Pembuat Komitmen di RSUD Kabupaten Poso dan AAM sebagai Staf Teknis di Bidang Perencanaan RSUD Kabupaten Poso," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI, Mukri dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (16/10).

Saat ini, ketiganya ditahan selama 20 hari ke depan. Penyidik Kejati Sulteng melakukan penahanan setelah para tersangka diperiksa secara intensif dengan didampingi Penasihat Hukum.

Perbuatan para tersangka dinilai telah mengakibatkan kerugian keuangan negara diperkirakan sebesar Rp3,2 miliar. Sedangkan, untuk kerugian negara kasus dugaan korupsi di RSUD Kabupaten Poso diperkirakan senilai Rp4,8 miliar, berdasarkan hasil perhitungan oleh Ahli di Universitas Tadulako.

Para Tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca juga:
Polisi Tahan 4 Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Alkes di RSUD Padang
Diduga Terlibat Korupsi Pengadaan Alkes, Anggota DPRD Kota Bandung Ditahan
Korupsi Alkes Flu Burung, Freddy Lumban Tobing Jalani Sidang Dakwaan
Kasus Korupsi Alkes, 3 Dokter di Pekanbaru Dituntut Hukuman Berbeda
Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Korupsi Alat Kesehatan RSUD Surabaya
Inkracht, Terpidana Korupsi Alkes RSUD Arifin Achmad Dieksekusi ke Lapas Pekanbaru

(mdk/noe)